MCCCRH Indonesia Node: Dampak Perubahan Iklim Kian Mengkhawatirkan, Politisi Masih Minim Bicara

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Selasa, 24 Oktober 2023 | 22:22 WIB
Diskusi publik & peluncuran buku “Navigasi Isu Perubahan Iklim di Pemilu 2024”. Dari kiri Ika Idris, Chair Monash MCCCRH Indonesia Node, Surya Tjandra Jubir Pasangan AMIN, Evy Rachmawati Editor Harian Kompas, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, Waketum Partai Gerindra. (Pontianak Globe/MCCCRH Indonesia Node)
Diskusi publik & peluncuran buku “Navigasi Isu Perubahan Iklim di Pemilu 2024”. Dari kiri Ika Idris, Chair Monash MCCCRH Indonesia Node, Surya Tjandra Jubir Pasangan AMIN, Evy Rachmawati Editor Harian Kompas, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, Waketum Partai Gerindra. (Pontianak Globe/MCCCRH Indonesia Node)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Perubahan iklim merupakan masalah global, krusial dan harus segera ditangani.

Hal inilah yang mendorong pusat penelitian Monash Climate Change Communication Research Hub (MCCCRH) Indonesia Node menggelar acara diskusi publik sekaligus peluncuran buku bertajuk “Navigasi Isu Perubahan Iklim di Pemilu 2024: Panduan Komunikasi untuk Para Politisi”.

Baca Juga: Kapolres AKBP Hendrawan Tegaskan Selidiki Penyebab Kematian Bidan di Mess Kebun Sawit di Kapuas Hulu, Kalbar

Acara diskusi ini menghadirkan Rahayu Saraswati Djojohadikusumo Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gerindra, pengusung calon presiden (capres) Prabowo Subianto. Hadir pula Surya Tjandra, Juru Bicara capres Anies Baswedan dan calon wakil presiden (cawapres) Muhaimin Iskandar (AMIN) pada Sabtu, 21 Oktober 2023.

Riset MCCCRH Indonesia Node bertajuk "Modelling the Indonesian Politicians’ Interests in Climate Change" menunjukkan akun media sosial (medsos) ketua partai politik minim berbicara soal perubahan iklim.

Baca Juga: Edi Rusdi Kamtono Setir Bus ke Sidang Paripurna DPRD, Hadiri Sidang Pemberhentikan Sebagai Wali Kota Pontianak

Secara rinci, unggahan terkait perubahan iklim dari kalangan ketua parpol hanya 8% dibicarakan, jauh lebih rendah dibandingkan unggahan dari kelompok Menteri yang mencapai 80%.

"Isu perubahan iklim yang dibicarakan politisi pun masih di taraf kebijakan dan tidak menyentuh dampak yang dirasakan langsung masyarakat," ujar Chair Monash Climate Change Communication Research Hub (MCCCRH) Indonesia Node, Ika Idris.

Surya Tjandra, Juru Bicara Pasangan AMIN menilai, mayoritas masyarakat tidak tahu tentang isu perubahan iklim.

Baca Juga: Resmi PSI Deklarasi Dukungan pada Prabowo-Gibran di Pilpres 2024, Begini Kata Ketum Kaesang Dalam Sambutannya

"Tapi tugas kita sebagai politisi untuk memulai dan mengedukasi masyarakat bahwa ini penting. Kuncinya adalah kolaborasi dan penting mengkombinasikannya dengan aksi nyata,"ujar dia.

Sementara, Rahayu Saraswati menilai, mengedukasi konstituen dengan isu perubahan iklim sangat menantang.

"Berangkat dari pengalaman, yang mereka tangkap itu ya isu sandang, pangan, papan, " kata Rahayu.

Isu perubahan iklim penting menjadi salah satu agenda kampanye di Pemilu 2024 karena dampaknya kian mencekam.

Baca Juga: Prediksi Arsenal Vs Sevilla, Mikael Arteta Tak Mau Anggap Remeh Sevilla

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X