Moeldoko juga menekankan bahwa komoditas kratom memiliki potensi ekonomi yang sangat besar, terutama dalam memenuhi permintaan 15 juta warga Amerika Serikat.
Oleh karena itu, menjadi tanggung jawab negara untuk memperhatikan nasib petani kratom, terutama di Kalimantan Barat.
BRIN telah melakukan penelitian yang komprehensif dan melibatkan berbagai pihak, termasuk masyarakat, untuk memahami lebih lanjut potensi dan dampak komoditas kratom.
Ketika ditanya tentang jadwal rilis penelitian tersebut, Deputi Kebijakan Pembangunan BRIN, Dr. Mego Pinandito, menyatakan bahwa hal itu akan dilakukan secepatnya, sehingga hasil penelitian dapat menjadi dasar bagi pembentukan regulasi mengenai kratom. ***