PONTIANAKGLOBE.COM, BATAM -- R Fahrudin, wartawan mediakepri group kaget saat sejumlah petugas mendatanginya dan meminta untuk menghapus video.
Baca Juga: Budi Arie Setiadi, Dari Wartawan Menjadi Menteri Kominfo Ganti Johny G Plate
Bahkan, petugas ini melakukan pemaksaan agar wartawan mediakepri group ini menghapus video.
Ironisnya, intimidasi ini terjadi di luar Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Batam saat petugas menangkap warga yang diduga pemicu kerusuhan.
Baca Juga: Heboh! Wartawan Dilantik Jadi Kapolsek, Ini Sosok Iptu Umbaran Wibowo yang Viral
Fahrudin menjelaskan mengenai kronologi tindakan intimidasi yang dihadapinya, Senin, 11 September 2023 sore.
Usai pecahnya kerusuhan yang kedua kali di depan Hotel Santika, ia beristirahat sebentar.
Tak lama kemudian, ia mendapat info ada penyisiran beberapa massa aksi yang menjadi pemicu kerusuhan di Gedung LAM.
Baca Juga: Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia Serahkan Hadiah Khusus kepada Paus Fransiskus di Vatikan
"Saya menuju Kantor Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Batam untuk kembali melakukan peliputan," katanya.
Setiba di Kantor LAM Batam, Fahrudin melihat ada penangkapan massa aksi.
Tidak ingin kehilangan momen yang bagus itu, lantas ia merekam peristiwa tersebut.
Baca Juga: Kementerian ESDM Mensahkan RUPTL PT PLN Batam Berharap Daya Gedor Investasi Kian Maju
Lagi asik memvideokan, tiba-tiba ia dikagetkan tiga petugas berpakaian preman yang datang dari depan belakang dan samping.
Artikel Terkait
Vatikan Dukung Paguyuban Wartawan Katolik Republik Indonesia Kampanye Perdamaian
Bea Cukai Tahan Ratusan Koli Sepatu Impor Bekas di Batam
Kementerian ESDM Mensahkan RUPTL PT PLN Batam Berharap Daya Gedor Investasi Kian Maju
INFO JPIC 2023: Gereja Fransiskan Bersatu Hadapi Ancaman Human Trafficking
Generasi Emas Gereja Melawan Ancaman Narkoba: Paparan Kepala BNN dalam Pertemuan Pastores Pontianak