Oknum Petugas Intimidasi Wartawan Mediakepri Group saat Liputan Aksi Penolakan Relokasi Kampung Tua Rempang

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Rabu, 13 September 2023 | 15:07 WIB
Ilustrasi. Intimidasi jurnalis di kasus penembakan polis  (Unplash/Leohoho)
Ilustrasi. Intimidasi jurnalis di kasus penembakan polis (Unplash/Leohoho)

 

PONTIANAKGLOBE.COM, BATAM -- R Fahrudin, wartawan mediakepri group kaget saat sejumlah petugas mendatanginya dan meminta untuk menghapus video.

Baca Juga: Budi Arie Setiadi, Dari Wartawan Menjadi Menteri Kominfo Ganti Johny G Plate

Bahkan, petugas ini melakukan pemaksaan agar wartawan mediakepri group ini menghapus video.

Ironisnya, intimidasi ini terjadi di luar Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Batam saat petugas menangkap warga yang diduga pemicu kerusuhan.

Baca Juga: Heboh! Wartawan Dilantik Jadi Kapolsek, Ini Sosok Iptu Umbaran Wibowo yang Viral

Fahrudin menjelaskan mengenai kronologi tindakan intimidasi yang dihadapinya, Senin, 11 September 2023 sore.

Usai pecahnya kerusuhan yang kedua kali di depan Hotel Santika, ia beristirahat sebentar.

Tak lama kemudian, ia mendapat info ada penyisiran beberapa massa aksi yang menjadi pemicu kerusuhan di Gedung LAM.

Baca Juga: Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia Serahkan Hadiah Khusus kepada Paus Fransiskus di Vatikan

"Saya menuju Kantor Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Batam untuk kembali melakukan peliputan," katanya. 

Setiba di Kantor LAM Batam, Fahrudin melihat ada penangkapan massa aksi. 

Tidak ingin kehilangan momen yang bagus itu, lantas ia merekam peristiwa tersebut. 

Baca Juga: Kementerian ESDM Mensahkan RUPTL PT PLN Batam Berharap Daya Gedor Investasi Kian Maju

Lagi asik memvideokan, tiba-tiba ia dikagetkan tiga petugas berpakaian preman yang datang dari depan belakang dan samping.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X