Para peneliti melakukan percobaan di mana mereka memilih 30 orang dan secara acak menugaskan mereka untuk mengonsumsi dua gram suplemen akar jahe per hari atau plasebo selama 28 hari.
Setelah periode ini, para peneliti mengukur tingkat standar peradangan usus besar dan menemukan penurunan yang signifikan secara statistik di sebagian besar penanda ini.
Penelitian ini dilakukan oleh Suzanna M Zick ND MPH seorang asisten profesor penelitian di University of Michigan Medical School dan tim peneliti.
- Melawan Diare Bayi
Sebuah penelitian menemukan bahwa bumbu jahe yang terkenal sekarang dapat bertindak sebagai pengobatan untuk diare yang disebabkan oleh bakteri.
Temuan ini dapat membuka jalan bagi alternatif terapi obat yang murah dan murah untuk kondisi tersebut.
Sebuah penelitian dilakukan dengan menggunakan tikus laboratorium yang menunjukkan bahwa ekstrak jahe berhasil memblokir toksin penyebab diare yang disebabkan oleh Escherichia coli enterotoksigenik atau E Coli.
Ini menyumbang 210 juta kasus diare di seluruh dunia dan juga menyebabkan 380.000 kematian setiap tahunnya. Juga diamati bahwa zingerone, komponen jahe adalah senyawa yang mungkin bertanggung jawab atas efek tersebut.
Para peneliti menyimpulkan dengan mengatakan bahwa jahe dan turunannya mungkin merupakan suplemen herbal yang efektif untuk pengobatan klinis diare Escherichia coli enterotoksigenik.
Studi tersebut dilakukan oleh Chien Yun Hsiang dan tim peneliti di Taiwan. ***
Artikel Terkait
Tak Hanya Bisa Sembuhkan Masuk Angin Loh! Ternyata Jahe Juga Miliki Banyak Manfaat, di Antaranya untuk Diet
Cara Membuat Ramuan dari Jahe untuk Memkasimalkan Hidarasi dan Menekan Nafsu Makan