PONTIANAKGLOBE -- PT Aneka Tambang (ANTAM) Tbk serius terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan kerja operasional korporasi ini.
Mereka berkomitmen agar dapat mempertahankan zero fatality atau nol kecelakaan kerja menyebabkan meninggal dunia sepanjang 2023 ke depan. Untuk mewujudkan itu, ANTAM akan menerapkan sistem safety resilient dan pelatihan peningkatan wawasan K3.
"Dalam menyambut bulan K3 nasional, perusahaan meningkatkan kompetensi dan pemahaman K3 melalui ANTAM Safety Resilient dan program pelatihan lainnya," kata Direktur Operasi dan Produksi ANTAM, I Dewa Wirantaya dari siaran pers dikutip Pontianak Globe, Sabtu (14 Januari 2023).
Menurutnya, fokus ANTAM seperti pada 2022 lalu menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP), meningkatkan empowering human competency seluruh pekerja dan mitra, partisipasi aktif pencegahan kecelakaan, pemeriksaan berkala MCU, dan meyakini kegiatan operasional terpenuhi standar baku mutu lingkungan.
Di sisi lain, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah menyatakan terimakasih kepada dunia usaha, industri, serikat pekerja, perguruan tinggi dan media, yang mendukung dan berperan aktif terus mempromosikan dan membudayakan K3.
"Perusahaan yang meningkatkan investasi K3, dan penyakit akibat kerja akan menurun dan ujungnya adalah kinerja dan produktivitas menjadi semakin baik," kata Ida baru-baru ini.
Dia mengatakan permintah terus berperan aktif memasukan K3 pada kerangka kerja prinsip-prinsip dan hak-hak mendsar International Labour Organization (ILO) di tempat kerja.
Sehingga telah disahkan menjadi resolusi dalam sidang ketenagakerjaan internasional ke-110 di Jenewa pada Juni 2022 karena Indonesia mengakui bahwa K3 merupakan salah satu bagian dari Hak Asasi Manusia.