"Ini juga kan menyangkut keselamatan manusia dan kita menggunakan kemanfaatan. Kalau memang lebih banyak manfaatnya, pertimbangan hukumnya apa, pertimbangan etisnya apa," ucap Marthinus.
"Tapi kalau lebih banyak mudaratnya atau daya rusaknya, untuk apa kita lakukan?" tambahnya.
Baca Juga: Gerindra Usung Komika Marshel Widianto Jadi Cawawalkot Tangsel
Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, nilai ekspor kratom Indonesia tumbuh dengan tren sebesar 15,92 persen per tahun dari 2019 hingga 2022.
Pada periode Januari-Mei 2023, nilai ekspor kratom tumbuh 52,04 persen menjadi 7,33 juta dolar AS, dengan volume ekspor yang meningkat 51,49 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2022. ***