Selain itu, ada potensi bahwa Kratom dapat bertindak sebagai antidepresan dengan menurunkan kadar kortikosteron yang terkait dengan depresi.
- Berbagai Cara Konsumsi
Daun Kratom dapat dikonsumsi dengan berbagai cara, termasuk mengunyah langsung, menggerusnya, mengasapinya, atau menyeduhnya menjadi teh.
Selain itu, daun Kratom juga dapat diolah menjadi suplemen dalam bentuk pil atau bubuk.
- Risiko Efek Samping
Dosis kecil Kratom jarang memiliki efek samping berarti, tetapi dosis yang lebih besar dapat menyebabkan efek samping seperti mual, sembelit, keringat, gatal, pusing, mulut kering, halusinasi, kejang, dan bahkan kerusakan hati.
Penggunaan jangka panjang juga dapat menyebabkan efek samping seperti kulit wajah menjadi gelap, sering buang air kecil, anoreksia, penurunan berat badan, dan sembelit.
- Efek Jangka Panjang
Ada efek negative Kratom jika dikonsumsi dalam jangka panjang dan meliputi agitasi, agresi, ketidakmampuan untuk bekerja, nyeri otot dan tulang, serta gerakan anggota badan yang tersentak-sentak.
- Efek Memabukkan
Kratom mengandung zat aktif bernama mitragin yang dapat mempengaruhi otak dan sistem saraf. Efek Kratom bervariasi tergantung pada dosis dan jenis daunnya.
Pada dosis rendah, Kratom memberikan energi dan meningkatkan mood, tetapi pada dosis tinggi, ia dapat menyebabkan efek psikoaktif yang mirip dengan opioid dan berpotensi menyebabkan ketergantungan.
Penting untuk memahami risiko dan manfaat Kratom serta menggunakan dengan bijak. Konsultasikan dengan profesional kesehatan sebelum mengonsumsi Kratom, terutama jika Anda memiliki kondisi kesehatan yang mendasarinya. ***