10 September Jadi Peringatan Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia, Ketahui Faktor Risiko Utama dan Terapi yang Tepat

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Rabu, 11 September 2024 | 04:45 WIB
Ilustrasi peringatan hari pencegahan bunuh diri sedunia.  (Unsplash.com @Thought Catalog)
Ilustrasi peringatan hari pencegahan bunuh diri sedunia. (Unsplash.com @Thought Catalog)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Setiap tanggal 10 September, dunia memperingati Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia.

Peringatan ini ditujukan untuk memberikan dukungan kepada mereka yang sedang berjuang melawan keputusasaan dan terpikir untuk mengakhiri hidup.

Baca Juga: Kapolri Jenguk Para Korban Bom Bunuh Diri di Polsek Astana Anyar. Begini Kata Jenderal Listyo Sigit Prabowo

Selain itu, tujuannya juga untuk meningkatkan kesadaran akan seriusnya masalah bunuh diri sebagai isu kesehatan mental.

Sekaligus mendorong langkah-langkah pencegahan guna mengurangi jumlah kasus bunuh diri secara global.

Salah satu kejadian upaya bunuh diri di Indonesia terjadi di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Minggu, 8 September 2024.

Seorang pria berinisial AS dievakuasi oleh Tim SAR Mataram setelah mencoba bunuh diri dengan cara meminum racun dan memanjat pohon kelapa setinggi tujuh meter di halaman rumahnya.

Baca Juga: Ini Dia Identitas Diduga Pelaku Bom Bunuh Diri di Polsek Astana Anyar. Benarkah Pernah Napiter Nusakambangan

Menurut keterangan keluarganya, AS sebelumnya pernah menjalani perawatan selama tiga minggu akibat depresi berat.

Setelah berhasil dievakuasi, ia segera dilarikan ke Rumah Sakit Mandalika untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Terkait upaya pencegahan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sejak 2003 menggandeng International Association of Suicide Prevention (IASP) untuk memperingati Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia setiap tahun.

Hal ini menekankan pentingnya pemahaman akan gejala dini yang dapat mencegah percobaan bunuh diri.

Baca Juga: Ini Dia Identitas Diduga Pelaku Bom Bunuh Diri di Polsek Astana Anyar. Benarkah Pernah Napiter Nusakambangan

Menurut National Institute of Mental Health (NIMH), bunuh diri terjadi ketika seseorang sengaja melukai dirinya sendiri dengan tujuan mengakhiri hidup.

Beberapa faktor risiko bunuh diri meliputi gangguan mental, riwayat bunuh diri dalam keluarga, serta paparan perilaku bunuh diri di lingkungan sekitar.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Sumber: nimh.nih.gov, Kemkes RI

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Waspadai Gangguan Kardiovaskuler

Rabu, 16 Juli 2025 | 20:55 WIB
X