Tentang Berita Baik dan Buruk

photo author
Jans Angkamor Bong, Pontianak Globe
- Kamis, 4 Juli 2024 | 10:03 WIB
Cuplikan Film Kung Fu Panda ( Rekam Gambar Layar 2024) (Media Center San Agustin )
Cuplikan Film Kung Fu Panda ( Rekam Gambar Layar 2024) (Media Center San Agustin )

PONTIANAKGLOBE.COM, Media Center San Agustin, 04/07/24- "Kau terlalu memikirkan yang lalu dan yang akan terjadi” Pepatah mengatakan: kemarin adalah sejarah, esok adalah misteri, tapi hari ini adalah anugerah, maka itu disebut hadiah.

Kalimat itu diucapkan oleh Master Oogway, seorang yang bijaksana dalam dalam kisah film fiksi Kung Fu Panda yang gemuk namun memiliki obsesi besar terhadap kung fu, dimana ia pada suatu hari terpilih secara tidak sengaja menjadi seorang "Dragon Warrior" yang bertugas menjaga kampung dari amukan salah satu murid dari Master Sifu yang gagal menjadi Dragon Warrior yaitu Tai Long.

Film animasi ini sebenarnya cukup enak dinikmati dan menghibur. namun ia tetap memiliki nilai-nilai dan pelajaran di dalamnya.

Sebagai mahasiswa, penting kiranya kita menyoroti keutamaan fokus pada apa yang ada di depan kita, tanpa terbebani oleh masa lalu atau terlalu cemas terhadap masa depan.

Ini adalah pengingat bahwa kehidupan sejati terjadi di saat ini, dan kita harus menghargai setiap momen yang diberikan kepada kita.

“Yang terbaik adalah apa yang anda miliki saat ini”.

Ya, itulah makna umumnya. Misalnya orang terdekat kita, istri, suami, pekerjaan, bahkan dimana kita berada. Karena yang terbaik dan anugrah saat ini yaitu apa yang dimiliki saat ini, ‘bukan yang telah lalu atau yang akan datang’.

Seperti yang dikatakan ayah angkat Poo (Panda yang menjadi karakter Utama dalam film animasi ini) yaitu Mr Ping "We all have our place in this word" kita punya tempat sendiri-sendiri di dunia ini.

“Kita punya peran masing-masing di dunia ini, jadi tidak ada yang sia-sia dalam dunia ini,”kata Mr Ping pada Poo yang khawatir akan dirinya sendiri.

Ketakutan dan kecemasan merupakan representasi dari isi hati dan pikiran. Mudah saja seseorang kalang-kabut karena tekanan ataupun pengabaian.

Gundah gulana menyerang bagaikan ‘kabut asap’ atau ‘air keruh’. Semakin kita ikut campur untuk membereskan ‘kabut asap’ atau ‘air keruh’ semakin pula ia menyebar.
Padahal, tidak semua hal butuh campur tangan kita untuk menyelesaikannya.

Biarkan ritme-nya sendiri yang menyelesaikan diri mereka sendiri.

"Your Mind is like this water, my friend when it's agitated, it becomes difficult to see, but if you allow it to settle, the answer becomes clear,” Master Oogway.

Kata Master Oogway jelas bahwa “Pikiranmu seperti permukaan air ini, teman. Ketika diaduk menjadi keruh, tetapi jika dibiarkan tenang maka jawabannya akan jelas.”

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Jans Angkamor Bong

Tags

Rekomendasi

Terkini

X