“Dulu kami dibantu, karena itu, saat saudara-saudara kita di NTT menghadapi musibah, sudah sepatutnya kini giliran kita yang hadir dan memberikan bantuan,” imbuhnya.
Ketua LKAAM Sumbar, Fauzi Bahar, mengatakan sebanyak 700 kilogram rendang telah dikirimkan melalui penerbangan TNI Angkatan Udara (TNI AU).
Rendang tersebut merupakan hasil gotong royong berbagai unsur masyarakat Minangkabau. Pengiriman akan dilakukan secara bertahap hingga mencapai target yang telah ditetapkan.
“Target kita sebanyak 5 ton rendang, dan akan kita kirim secara bertahap,” ungkap Fauzi.
Ia berharap bantuan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat yang terdampak gempa di NTT.
“Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana di NTT,” jelasnya.
Fauzi menjelaskan rendang dipilih sebagai salah satu bantuan utama karena memiliki karakteristik yang sesuai untuk kondisi darurat bencana.
“Kita memilih rendang karena merupakan makanan yang siap santap, tahan lama, dan praktis dikonsumsi oleh warga di lokasi bencana,” terangnya.
Ia berharap bantuan tersebut tidak hanya membantu kebutuhan pangan warga terdampak, tetapi juga menjadi simbol kepedulian masyarakat Minangkabau kepada saudara sebangsa yang sedang menghadapi bencana.
“Mudah-mudahan bantuan ini dapat bermanfaat, dan menjadi bagian dari kepedulian masyarakat Minangkabau untuk saudara-saudara kita yang sedang menghadapi musibah,” tandasnya. ***