Warga Sumbar Kirim 5 Ton Rendang untuk Korban Gempa NTT, Terinspirasi Bantuan pada 2009

photo author
Patrisia Yosi, Pontianak Globe
- Jumat, 21 Agustus 2026 | 12:05 WIB
Mengintip viralnya momen haru saat warga Sumatera Barat (Sumbar) menyiapkan 5 ton rendang untuk dikirimkan ke korban bencana gempa di NTT.  (Instagram.com/@undercover.id)
Mengintip viralnya momen haru saat warga Sumatera Barat (Sumbar) menyiapkan 5 ton rendang untuk dikirimkan ke korban bencana gempa di NTT. (Instagram.com/@undercover.id)

PONTIANAKGLOBE.COM, NUSA TENGGARA TIMUR -- Ratusan warga di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi korban gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah tersebut pada 15 Agustus 2026.

Bencana tersebut menyebabkan korban jiwa serta kerusakan pada sejumlah infrastruktur dan fasilitas publik di NTT.

Baca Juga: Viral Dugaan Modus Gesek Nomor Rangka Mobil di Parkiran GBK, Polisi Turun Tangan

Kondisi itu turut mengundang kepedulian masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia. Bantuan kemanusiaan mulai disalurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan warga terdampak.

Salah satu aksi solidaritas datang dari masyarakat Sumatera Barat (Sumbar). Warga Minangkabau menyiapkan bantuan berupa rendang yang akan dikirimkan kepada para korban gempa NTT.

“Masyarakat Sumbar kirim 5 ton rendang untuk korban gempa NTT,” tulis akun Instagram @undercover.id, Kamis, 20 Agustus 2026.

Aksi tersebut mendapat perhatian di media sosial dan menjadi gambaran semangat gotong royong masyarakat Indonesia dalam membantu warga yang sedang tertimpa musibah.

Kenang Bantuan saat Gempa 2009

Wali Kota Padang sekaligus Ketua DPW Gebu Minang Sumbar, Fadly Amran, turut terlibat dalam kegiatan memasak rendang untuk korban gempa NTT.

Kegiatan tersebut digelar Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumbar bersama Gebu Minang Sumbar.

“Ini merupakan bentuk kepedulian para niniak mamak kepada anak kemenakan yang sedang menghadapi musibah,” kata Fadly dalam keterangannya, Kamis, 20 Agustus 2026.

Menurut Fadly, kepedulian terhadap sesama perlu diwujudkan melalui tindakan nyata. Terlebih, bencana dapat terjadi kapan saja dan di mana saja.

Baca Juga: Kabut Asap Karhutla Selimuti Banjarbaru, Kualitas Udara Masuk Kategori Berbahaya

Ia kemudian mengingat kembali bantuan yang diterima masyarakat Sumbar ketika gempa melanda Kota Padang pada 2009.

“Ketika Kota Padang mengalami gempa bumi pada 2009 dan bencana hidrometeorologi pada 2025 lalu, banyak pihak yang datang membantu,” ujar Fadly.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Patrisia Yosi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X