daily-vibes

Penggerebekan Kampung Bahari, Polisi Terluka hingga Aset Rp39,9 Miliar Diamankan BNN

Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:05 WIB
Penyerangan oleh loyalis MR menggunakan mercon, saat petugas melakukan penggerebekan di Kampung Bahari (Threads.com/@unit_lingkar_swargantara)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Penggerebekan Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Polda Metro Jaya pada Kamis, 13 Agustus 2026, mendapat perlawanan dari sejumlah orang yang diduga merupakan bagian dari jaringan narkoba.

Perlawanan terjadi ketika petugas melakukan pengembangan kasus setelah menangkap bos narkoba berinisial MR. Sejumlah orang diduga melemparkan mercon dan petasan ke arah petugas.

Baca Juga: Polisi Masih Selidiki Tewasnya Siswi SMK di Stasiun Jurangmangu, Sejumlah Unggahan Medsos Disorot

Aparat kemudian membalas dengan menembakkan gas air mata. Dalam kejadian tersebut, seorang polisi dilaporkan mengalami luka di bagian bawah mata.

Sejumlah video yang beredar di media sosial memperlihatkan petugas berseragam lengkap dan mengenakan perlengkapan antipeluru berjaga di sejumlah titik strategis.

Petugas juga melakukan pengaturan lalu lintas. Kendaraan yang melintas di sekitar lokasi diarahkan untuk berputar balik guna menjaga keamanan dan sterilisasi kawasan.

MR Ditangkap BNN

Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN, Brigjen Roy Hardy Siahaan, mengatakan perlawanan tersebut bermula setelah petugas menangkap MR.

MR ditangkap pada Rabu malam, 12 Agustus 2026, di sebuah salon kecantikan di kawasan Mangga Besar, Jakarta Barat.

Roy menyebut MR merupakan gembong narkoba yang telah masuk daftar pencarian orang (DPO) sejak tahun lalu. Pencarian tersebut berkaitan dengan kasus barang bukti sabu seberat 98 kilogram.

Setelah ditangkap, MR kemudian dibawa untuk menjalani pengembangan kasus. Petugas meminta MR menunjukkan lokasi penyimpanan narkoba di Kampung Bahari.

Baca Juga: Puncak HAN ke-42 Kalbar: UPT Taman Budaya Sukses Gelar Gelar Anak Khatulistiwa

Namun, ketika petugas hendak memasuki lokasi, sejumlah loyalis MR diduga melakukan perlawanan dengan melemparkan mercon dan petasan.

“Kemudian ada perlawanan dari mereka, pakai mercon dan petasan, baru kita pukul mundur,” ungkap Roy.

Amankan Uang Rp1,27 Miliar dan Aset Rp39,9 Miliar

Halaman:

Tags

Terkini