Dalam penggerebekan tersebut, petugas juga mengamankan uang tunai sebesar Rp1,27 miliar.
Selain itu, BNN menyebut nilai aset yang diamankan mencapai hampir Rp39,9 miliar. Nilai tersebut masih dalam proses penghitungan dan pengembangan lebih lanjut.
“Sudah diamankan uang tunai Rp1,27 miliar dengan aset menyentuh Rp39,9 miliar, perhitungan aset berdasarkan pengembangan lebih lanjut,” jelas Roy.
Sejumlah barang bukti lainnya turut diamankan, di antaranya dua sepeda motor, dua mobil, dan lima telepon seluler.
Petugas juga menyita narkotika jenis ganja atau gorila serta sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan tindak pidana.
Barang bukti tersebut meliputi senjata api, samurai, peluru, dan petasan.
Hingga Kamis, 13 Agustus 2026, operasi penggerebekan di Kampung Bahari masih berlangsung.
Personel BNN bersama Polda Metro Jaya masih disiagakan di sekitar lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya gangguan keamanan lanjutan.
Sebanyak 250 personel gabungan dikerahkan dalam operasi tersebut.
Sejumlah orang, termasuk MR dan beberapa orang yang diduga merupakan loyalisnya, telah diamankan dan dibawa ke Kantor BNN Jakarta Utara untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
BNN dijadwalkan memberikan keterangan lebih lanjut melalui konferensi pers terkait hasil penggerebekan, termasuk jumlah narkotika dan barang bukti lain yang berhasil diamankan. ***
Artikel Terkait
Pegawai Diskominfo Kukar Diduga Bakar Ruang Rapat, Polisi Dalami Motif
Polisi Ekshumasi Jenazah Sutrimo, Pria yang Disebut Karumga Eks Jampidsus Kejagung
11 Kantor Pemkab Puncak Papua Tengah Dibakar Massa, Polisi Ungkap Kronologinya
Rumah Diduga Digeruduk Massa Imbas Kontroversi Tantangan Hafalan Al-Qur'an, Polisi Beri Penjelasan
Puncak HAN ke-42 Kalbar: UPT Taman Budaya Sukses Gelar "Gelar Anak Khatulistiwa"
Polisi Masih Selidiki Tewasnya Siswi SMK di Stasiun Jurangmangu, Sejumlah Unggahan Medsos Disorot