daily-vibes

Tukang Cukur di Bogor Minta Maaf Usai Viral Cekcok soal Imbauan Pasang Bendera

Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:30 WIB
Menyoroti pengakuan tukang potong rambut di Bogor yang meyakini Indonesia sudah merdeka usai sempat ditanya belum pasang bendera oleh aparatur camat. (Instagram.com/@undercover.id)

PONTIANAKGLOBE.COM, BOGOR -- Nur Hidayat, tukang cukur di Rancabungur, Kabupaten Bogor, akhirnya angkat bicara setelah videonya viral dan memicu kontroversi terkait imbauan pemasangan bendera Merah Putih menjelang HUT ke-81 RI.

Sebelumnya, Hidayat sempat mempertanyakan makna kemerdekaan Indonesia saat aparatur kecamatan mengimbau warga memasang bendera Merah Putih untuk menyambut peringatan HUT ke-81 RI.

Baca Juga: Pulang ke Lewouran, Padre Marco Pimpin Misa dan Rayakan HUT ke-58 Bersama Umat

Situasi kemudian memanas setelah Hidayat terlibat cekcok dengan aparatur kecamatan yang datang untuk mengajak masyarakat turut menyemarakkan peringatan kemerdekaan.

Belakangan, Hidayat menyampaikan permintaan maaf melalui video klarifikasi. Ia menegaskan tidak bermaksud mempermasalahkan kemerdekaan Indonesia.

"Saya menyatakan permohonan maaf atas ucapan saya kemarin," ungkap Hidayat.

"Indonesia itu sudah merdeka, maka saya meminta maaf atas ucapan saya yang salah," imbuhnya.

Bakesbangpol Bogor Turut Angkat Bicara

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Bogor, Ferdinando Selmi Pardede, mengatakan pihaknya belum mengetahui secara lengkap kronologi peristiwa yang terjadi di Rancabungur.

Meski demikian, Bakesbangpol akan meminta penjelasan kepada pihak terkait mengenai kejadian tersebut.

"Kami mendapatkan informasi bahwa itu dalam rangka monitoring untuk mengimbau memasang bendera," kata Ferdinando dalam keterangannya, Kamis, 13 Agustus 2026.

Baca Juga: Kunjungi SDK Lewouran, Padre Marco Ajak Siswa Berani Bermimpi dan Mencintai Kampung Halaman

"Sekaligus membagikan bendera ketika ada masyarakat yang tidak punya," sambungnya.

Nasionalisme Harus Tumbuh dari Kesadaran

Ferdinando mengingatkan agar imbauan pengibaran bendera tidak dilakukan dengan cara yang membuat masyarakat merasa tertekan.

Halaman:

Tags

Terkini

MBG Perlu Evaluasi Model, Bukan Sekadar Dapur

Jumat, 21 Agustus 2026 | 23:05 WIB