Gus Miftah juga meminta pihak-pihak di luar NU menghormati proses Muktamar dan tidak mencampuri urusan internal organisasi.
“Ketika Istana memilih menghormati NU dari kejauhan dengan cinta dan proporsionalitas, maka elemen-elemen di luar sana mestinya tahu diri: jangan mengotori kesucian muktamar dengan dagang pengaruh yang stensilan,” tukasnya. ***