PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Penemuan ratusan senjata, VCD pornografi, serta barang yang diduga berkaitan dengan narkotika di sebuah sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, menjadi perhatian publik.
Barang-barang tersebut ditemukan di salah satu ruangan yang diduga pernah digunakan oleh mantan ketua yayasan sekolah. Hingga kini, kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap asal-usul dan kepemilikan barang-barang tersebut.
Baca Juga: Banjir Padang Rendam Jalan dan Permukiman, Warga Ceritakan Air Datang Tiba-tiba
Di tengah proses penyelidikan, pihak sekolah memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung normal.
Kuasa hukum sekolah, Hermawanto, mengatakan proses pengamanan barang bukti dilakukan di luar jam belajar sehingga tidak mengganggu aktivitas siswa.
"Semua berjalan dengan baik. Kegiatan belajar mengajar berjalan dengan baik, tidak terjadi gangguan apa pun di sekolah," kata Hermawanto di Jakarta Selatan, Jumat, 7 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, proses pengangkutan barang bukti dilakukan pada sore hingga malam hari.
"Jadi waktunya itu dilakukan di sore hari, sekitar pukul 17.00 sampai malam. Sehingga tidak ada gangguan apa pun terhadap anak-anak di dalam proses belajar mengajar," ujarnya.
Kronologi Penemuan
Staf Ahli Ketua Pembina Yayasan, Untung Sangaji, menjelaskan barang-barang tersebut ditemukan saat pihak yayasan hendak membuka sebuah ruangan yang akan dimanfaatkan untuk kepentingan sekolah.
Namun, saat ruangan dibuka, mereka justru menemukan sejumlah senjata jenis airsoft gun beserta barang lainnya.
"Kami awalnya ingin membuka sebuah ruangan untuk kebutuhan anak sekolah, namun tiba-tiba kami menemukan airsoft gun," kata Untung di Polres Metro Jakarta Selatan, Kamis, 6 Agustus 2026.
Baca Juga: Program 'Ganti Atap Rumah Wartawan' Renovasi Rumah Admin Medsos Primetime News di Lembang
Berdasarkan keterangan pihak yayasan, jumlah barang yang ditemukan mencapai 995 pucuk senjata. Di antaranya terdapat empat laras panjang, dua laras pendek, peredam, tujuh magasin berbagai jenis, sejumlah amunisi dengan berbagai kaliber, beberapa unit airsoft gun menyerupai FN P90, AK-47, dan M4 Carbine, taser gun, alat pembuat peluru, hingga buku panduan pembuatan peluru.
Ruangan Diduga Pernah Dipakai Mantan Ketua Yayasan