daily-vibes

Prabowo Usulkan Atap Ijuk dan Rumbai Gantikan Seng, Dinilai Lebih Sehat dan Ramah Lingkungan

Jumat, 31 Juli 2026 | 14:05 WIB
Presiden RI, Prabowo Subianto mengajak warga RI untuk beralih menggunakan atap berbahan ramah lingkungan. (Dok. Setkab RI)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Presiden RI Prabowo Subianto mengusulkan penggunaan atap berbahan ijuk dan rumbai sebagai alternatif pengganti seng yang selama ini banyak digunakan pada bangunan di Indonesia.

Menurut Prabowo, material tradisional tersebut lebih sesuai dengan kondisi alam Indonesia, lebih ramah lingkungan, serta dinilai lebih baik bagi kesehatan.

Baca Juga: Warga Segel Kantor PLN Palangka Raya, Tebar Bangkai Ayam sebagai Bentuk Protes Pemadaman Listrik

Usulan itu disampaikan saat meresmikan revitalisasi Stasiun Semarang Tawang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026).

Dalam sambutannya, Prabowo menyoroti penggunaan atap seng yang dinilainya mudah berkarat dan berpotensi menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan.

"Saya kira kita harus berani berpikir kembali. Dari dulu nenek moyang kita tidak pakai seng. Mereka menggunakan ijuk dan rumbai," kata Prabowo.

Ia menambahkan, penggunaan seng yang telah berkarat dinilai tidak baik bagi kesehatan.

"Seng itu kalau sudah berkarat bisa tidak baik untuk kesehatan dan dapat menimbulkan penyakit paru-paru," ujarnya.

Ajak Gunakan Material yang Lebih Ramah Lingkungan

Prabowo menilai penggunaan seng bukan merupakan bagian dari tradisi arsitektur masyarakat Indonesia. Karena itu, ia mengajak seluruh kepala daerah untuk menjaga keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian lingkungan.

"Saya mengajak para gubernur, bupati, dan wali kota untuk menjaga alam kita," katanya.

Menurut Prabowo, material seperti ijuk dan rumbai telah digunakan secara turun-temurun karena lebih mampu menyesuaikan diri dengan iklim tropis Indonesia yang panas dan memiliki curah hujan tinggi.

Baca Juga: KPK Tetapkan Anggota Polri sebagai Tersangka Dugaan Pemerasan terhadap Bupati Pemalang, Ini Fakta-faktanya

Ia juga menilai kearifan lokal dalam pemilihan bahan bangunan perlu kembali dipertimbangkan di tengah meningkatnya perhatian terhadap pembangunan berkelanjutan.

"Kalau bisa menggunakan bahan-bahan yang lebih alami dan lebih sesuai dengan lingkungan kita, kenapa tidak kita dorong," tandasnya.

Halaman:

Tags

Terkini