"Kami datang meminta solusi, bukan dianggap remeh. Seharusnya General Manager hadir menemui masyarakat," tegasnya.
PLN Sebut Gangguan Dipicu Kerusakan Pembangkit
Menanggapi protes tersebut, General Manager PLN UID Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, Iwan Soelistijono, menjelaskan pemadaman bergilir bukan disebabkan kekurangan pasokan listrik, melainkan gangguan teknis pada sejumlah pembangkit di Sistem Interkoneksi Kalimantan.
Menurut Iwan, gangguan bermula setelah generator di PLTU Asam-Asam mengalami kerusakan. Selain itu, dua unit pembangkit milik Independent Power Producer (IPP) juga mengalami kebocoran pada pipa boiler dan turbin sehingga kemampuan memasok daya ke sistem menurun.
Akibat kondisi tersebut, PLN menerapkan pengaturan beban secara terbatas di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah guna menjaga keandalan sistem selama proses perbaikan berlangsung.
"PLN menyatakan seluruh personel telah diterjunkan untuk mempercepat perbaikan pembangkit yang mengalami gangguan," kata Iwan dalam keterangannya, Rabu (29/7/2026).
PLN juga mengimbau masyarakat untuk menghemat penggunaan listrik, terutama pada pukul 18.00 hingga 21.00 WIB, serta menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan selama pemadaman bergilir berlangsung. ***