daily-vibes

Nanik S Deyang Ungkap Tekanan Berat saat Pimpin BGN: Akui Ada Kekacauan hingga Trauma Kelola Anggaran Negara

Jumat, 24 Juli 2026 | 14:05 WIB
Menyoroti penuturan Nanik Deyang yang mengaku diteror hingga mengganti kontaknya selama menjabat sebagai Kepala BGN. (Dok. BGN)

Nanik menggambarkan besarnya tanggung jawab tersebut seperti berdiri di bibir jurang.

"Menjaga uang besar agar tersalurkan dengan benar seperti berdiri di tebing jurang yang curam. Meleng sedikit bisa terjerembab," ungkapnya.

Karena kekhawatiran tersebut, Nanik mengaku tidak pernah menandatangani dokumen terkait anggaran seorang diri.

Ia selalu meminta dua wakil kepala BGN untuk ikut memberikan paraf sebelum dirinya membubuhkan tanda tangan.

"Saking takutnya saya memegang anggaran besar, sampai tanda tangan apa pun saya tidak mau sendiri," kata Nanik.

"Harus dua wakil kepala ikut paraf, baru saya mau tanda tangan," sambungnya.

Ia juga mengaku berulang kali meminta penjelasan terhadap setiap dokumen sebelum mengambil keputusan.

"Bahkan kalau sekretaris pribadi membawa tumpukan dokumen saya sudah parno duluan dan badan panas dingin, akibatnya saya ambruk," tuturnya.

Selain tekanan pekerjaan, Nanik juga mengaku mengalami teror yang membuatnya memutuskan mengganti nomor telepon pribadinya.

Menurutnya, keputusan tersebut justru membantu memperbaiki kondisi kesehatannya.

"Capai diteror kanan-kiri dan membuang nomor HP ternyata 50 persen dari obat jantung saya," ungkapnya.

Di akhir unggahannya, Nanik menggambarkan pengunduran dirinya sebagai bentuk menyerah demi memulihkan kesehatan.

"Angkat bendera putih, deh," tandasnya. ***

Halaman:

Tags

Terkini