PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) kini resmi dipegang Sudaryono setelah Nanik S Deyang mengundurkan diri karena alasan kesehatan.
Sebelumnya, Nanik menyatakan akan menjalani pengobatan penyakit jantung di luar negeri. Keputusan tersebut telah disampaikan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto dan mendapat persetujuan.
Baca Juga: Kampanye '1000 Hati' di CFD Jakarta Suarakan Hak Anak yang Terdampak Pemenjaraan Orang Tua
Pengunduran diri Nanik pun menjadi sorotan publik. Pasalnya, ia hanya menjabat sekitar 45 hari sejak dilantik pada awal Juni 2026.
Di balik keputusan tersebut, Nanik mengungkap tekanan besar yang dialaminya selama memimpin lembaga yang mengelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Akui Ada Kekacauan di BGN
Dalam unggahan di akun Facebook pribadinya, Rabu, 22 Juli 2026, Nanik mengaku salah satu beban terberat selama menjabat adalah tanggung jawab mengelola anggaran negara yang nilainya sangat besar.
Menurutnya, rasa khawatir melakukan kesalahan dalam penggunaan uang negara terus menghantuinya.
"Kekacauan di BGN mungkin meski berat, saya masih bisa atasi," tulis Nanik.
"Tapi memegang anggaran besar itu yang membuat saya trauma," lanjutnya.
Merasa Seperti Berdiri di Tepi Jurang
Nanik mengaku setiap keputusan yang berkaitan dengan anggaran selalu membuatnya gelisah.
Ia bahkan mengaku kerap sulit tidur karena terus memikirkan tanggung jawab memastikan uang negara digunakan secara tepat.
"Saya sampai gak bisa tidur kalau ingat ini duit negara, duit rakyat harus benar dijalankan dan tidak boleh saya kecolongan," ujarnya.