Selain kehilangan figur orang tua, mereka kerap menghadapi penilaian negatif dari lingkungan sekitar, keterbatasan untuk bertemu keluarga, hingga tekanan emosional yang memengaruhi rasa aman dan kesehatan mental.
Isu inilah yang ingin diangkat melalui kampanye "1000 Hati". Bagi penyelenggara, anak-anak tersebut tidak boleh kehilangan hak-haknya hanya karena kesalahan yang dilakukan orang tua mereka.
Dari Film Peraih Piala Citra Menjadi Gerakan Sosial
Kampanye ini bukanlah kegiatan yang muncul sesaat untuk memperingati Hari Anak Nasional.
Baca Juga: Profil Brigjen TNI Mar Yustinus Rudiman, Jenderal Siber Berdarah Dayak Kebanggaan Kalbar
Gerakan tersebut merupakan kelanjutan dari komitmen Lam Horas Film dan Yayasan Rumah Lam Horas yang telah dimulai sejak produksi film Invisible Hopes pada 2021.
Film tersebut mengangkat kisah narapidana perempuan yang sedang hamil serta anak-anak yang lahir dan dibesarkan di dalam penjara.
Setelah dirilis, Invisible Hopes meraih Piala Citra Festival Film Indonesia 2021, sekaligus menjadi titik awal lahirnya berbagai program edukasi publik, impact campaign, dan advokasi mengenai pemenuhan hak-hak anak yang terdampak pemenjaraan.
Hingga kini, kedua lembaga terus mengembangkan berbagai inisiatif yang berfokus pada perlindungan hak narapidana perempuan hamil, anak-anak yang lahir dan dibesarkan di dalam penjara, serta anak-anak yang orang tuanya sedang menjalani pidana.
Bagi mereka, kampanye "1000 Hati" merupakan salah satu langkah untuk menjaga agar isu tersebut tetap hadir dalam ruang diskusi publik.
Ketua Yayasan Rumah Lam Horas sekaligus Sutradara Invisible Hopes, Lamtiar Simorangkir, menegaskan bahwa anak-anak tidak seharusnya menanggung konsekuensi dari perbuatan orang tua mereka.
"Seorang anak tidak pernah memilih di mana ia dilahirkan ataupun siapa orang tuanya. Namun setiap anak berhak tumbuh dengan kasih sayang, perlindungan, dan harapan. Kampanye ini mengajak masyarakat melihat mereka sebagai anak-anak yang membutuhkan dukungan, bukan sebagai bagian dari kesalahan orang tuanya," ujarnya.
Simbol Kepedulian dalam Bentuk Hati
Panitia memilih flyer berbentuk hati sebagai simbol kasih sayang dan kepedulian terhadap anak-anak yang sering kali luput dari perhatian sistem peradilan maupun masyarakat luas.
Di setiap sisinya tercantum informasi singkat mengenai kondisi anak-anak tersebut, disertai pesan reflektif yang diharapkan mampu menggugah empati publik.