Karya tersebut berhasil meraih Piala Citra Festival Film Indonesia 2021, sekaligus menjadi awal berbagai kegiatan edukasi publik, impact campaign, dan advokasi yang hingga kini terus dijalankan.
Melalui rangkaian program tersebut, kedua lembaga secara konsisten mendorong perlindungan hak-hak narapidana perempuan yang sedang hamil, anak-anak yang lahir dan tumbuh di dalam penjara, serta anak-anak yang harus menghadapi dampak pemenjaraan orang tua mereka. Kampanye "1000 Hati" menjadi salah satu bentuk keberlanjutan dari upaya tersebut.
Baca Juga: Heriyadi Rekomendasikan Karateka INKAI Kota Pontianak Ikuti UKT Zona II Kalimantan
Ketua Yayasan Rumah Lam Horas yang juga Sutradara Invisible Hopes, Lamtiar Simorangkir, menegaskan bahwa hukuman pidana semestinya hanya ditujukan kepada pelaku tindak pidana, bukan kepada anak-anak mereka.
"Seorang anak tidak pernah memilih di mana ia dilahirkan ataupun siapa orang tuanya. Namun setiap anak berhak tumbuh dengan kasih sayang, perlindungan, dan harapan. Kampanye ini mengajak masyarakat melihat mereka sebagai anak-anak yang membutuhkan dukungan, bukan sebagai bagian dari kesalahan orang tuanya," ujar Lamtiar Simorangkir.
Pemilihan flyer berbentuk hati bukan tanpa alasan.
Simbol tersebut merepresentasikan kasih sayang sekaligus kepedulian terhadap kelompok anak yang selama ini nyaris tidak terlihat dalam sistem peradilan.
Setiap flyer memuat informasi singkat mengenai kondisi mereka beserta pesan reflektif yang diharapkan mampu membangun empati masyarakat.
Antusiasme Pengunjung CFD
Selama pelaksanaan kampanye, banyak pengunjung mengaku baru mengetahui adanya anak-anak yang lahir dan dibesarkan di dalam penjara.
Tidak sedikit pula yang menyadari bahwa persoalan anak-anak dengan orang tua yang sedang menjalani hukuman pidana selama ini luput dari perhatian publik.
Antusiasme masyarakat terlihat dari kesediaan banyak pengunjung berhenti sejenak untuk menerima flyer, berdialog dengan relawan, hingga menyampaikan dukungan terhadap pemenuhan hak-hak anak yang terdampak pemenjaraan orang tua. Seluruh 1.000 flyer berbentuk hati berhasil dibagikan dalam waktu kurang dari dua jam.
Salah seorang pengunjung CFD yang menerima flyer mengungkapkan kepeduliannya terhadap masa depan anak-anak tersebut.
"Saya sebagai seorang ibu dan juga nenek merasa anak-anak butuh banget ada yang melindungi, memberikan rasa aman, menimbulkan percaya diri bagi mereka, agar mereka tumbuh kembang dengan baik."
Sementara itu, seorang pengunjung lainnya mengaku terkejut setelah mengetahui ada anak yang memulai kehidupannya di dalam penjara.