"Makanya sekarang begini, kejadian tahun 2022, dengan yang bersangkutan saya tidak kenal. Dan kalau saat itu saya dikasih uang Rp100 juta dalam kapasitas sebagai apa? Saya rakyat biasa, hanya pendakwah," jelasnya.
Meski membantah menerima uang tersebut, Gus Miftah menyatakan siap mengembalikan dana Rp100 juta apabila di kemudian hari terbukti pernah menerimanya, misalnya dalam kegiatan ceramah yang sudah tidak diingatnya.
"Kalau seandainya yang bersangkutan pernah mengundang saya ngaji atau narasumber atau mungkin pernah datang sopan ke pondok, seandainya saya lupa dengan itu, maka hari ini Rp100 juta pun saya kembalikan," tegasnya.
Ia kembali menegaskan bahwa sejauh yang diingat, dirinya tidak mengenal Dheky Martin maupun menerima uang dalam bentuk apa pun.
"Seingat saya, saya tidak kenal namanya Dheky Martin dan saya nggak tahu saya pernah dikasih. Seingat saya, saya tidak menerima apa pun," ujarnya.
Menurut Gus Miftah, komitmen untuk mengembalikan uang tersebut dilandasi keinginannya agar dirinya, keluarga, maupun para jemaah tidak menikmati harta yang berasal dari sumber yang tidak sah.
"Saya nggak mau kalian makan itu tercampur dengan uang haram," pungkasnya. ***