PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) milik Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Wakil Ketua MPR Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menjadi sorotan setelah dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Laporan tersebut disampaikan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Hak Asasi dan Reformasi Indonesia Sejahtera (GHARIS) pada Senin (6/7/2026). GHARIS meminta KPK bersama Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menelusuri sumber pertambahan harta kedua pejabat publik tersebut.
Baca Juga: Viral Dugaan Surat Dinas Menteri PU ke New York, Pencantuman Nama Istri dan Anak Jadi Sorotan
Ketua Umum DPP GHARIS, Hotmartua Simanjuntak, mengatakan pihaknya menemukan adanya peningkatan kekayaan yang dinilai signifikan pada periode tertentu berdasarkan data LHKPN.
"Kami menemukan peningkatan kekayaan mereka yang melonjak sangat signifikan ketika berada pada fase-fase jabatan tertentu," ujar Hotmartua di Gedung KPK, Jakarta, Senin (6/7/2026).
GHARIS Soroti Kenaikan Harta Ibas
Dalam laporannya, GHARIS menyoroti kenaikan harta Ibas yang disebut mencapai sekitar 700 persen dibandingkan laporan sebelumnya.
"Angka-angka ini muncul, khususnya Edhie Baskoro, mendapatkan penambahan kekayaan sekitar 700 persen dibanding sebelumnya," kata Hotmartua.
Menurutnya, peningkatan tersebut perlu ditelusuri lebih lanjut untuk memastikan seluruh harta yang dilaporkan berasal dari sumber yang sah.
Minta KPK dan PPATK Telusuri Asal-usul Harta
GHARIS menilai KPK tidak cukup hanya menerima laporan LHKPN, tetapi juga perlu melakukan klarifikasi atas sumber kekayaan yang dilaporkan.
"Ini menjadi pertanyaan bagi masyarakat. Apakah benar hasil sendiri atau diduga hasil pencucian uang," ujar Hotmartua.
Karena itu, GHARIS meminta KPK bersama PPATK melakukan audit dan penelusuran terhadap aliran dana yang berkaitan dengan harta kedua pejabat tersebut.
"Kami berharap KPK bersama PPATK segera melakukan audit, mengklarifikasi, dan memastikan seluruh harta tersebut berasal dari sumber yang sah," tegasnya.