PONTIANAKGLOBE.COM, BANDUNG -- Kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap seorang perempuan berinisial YTR di Bandung masih menjadi perhatian publik. Hingga kini, terduga pelaku, Taufik Hidayat, masih berstatus buronan dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).
Upaya pencarian pelaku bahkan mendapat perhatian langsung dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang mengumumkan sayembara berhadiah Rp250 juta bagi siapa saja yang dapat membantu menemukan keberadaan Taufik.
Baca Juga: Di Kota Kinabalu, Padre Marco Temukan Kesamaan Islam Indonesia dan Islam Sabah
Namun di tengah masifnya pencarian tersebut, seorang warga Bandung mengaku menjadi korban salah sasaran karena memiliki wajah yang dianggap mirip dengan pelaku.
Pria bernama Aditya Peratama Putra, warga Soreang, Kabupaten Bandung, menyampaikan pengalamannya melalui unggahan video di media sosial Threads pada Selasa (23/6/2026).
“Saya bukan psikopat, saya bukan Taufik Hidayat. Izin KDM mohon perlindungannya karena bapak baru sayembara uang tunai untuk yang menemukan pelaku,” tulis Aditya dalam unggahannya.
Mengaku Dituduh Saat Berada di Minimarket
Dalam video tersebut, Aditya menceritakan dirinya sempat mendapat perlakuan tidak menyenangkan saat berada di sebuah minimarket.
Baca Juga: Ketika Kopi Liberika Menjadi Cerita Masa Depan Batu Ampar
Menurutnya, seorang pria tiba-tiba menghampiri dan menarik kerah bajunya karena mengira dirinya adalah buronan yang sedang dicari.
“Jadi kemarin ada bapak-bapak di Alfamart tiba-tiba menarik kerah baju saya sambil bertanya, ‘Ke mana? Pelaku penganiayaan?’,” ujar Aditya.
Ia kemudian menegaskan bahwa dirinya bukan Taufik Hidayat meski mengakui terdapat kemiripan wajah dengan sosok yang sedang menjadi buronan.
“Memang agak mirip, tapi itu bukan saya,” katanya.
Imbau Masyarakat Tidak Bertindak Gegabah
Aditya berharap masyarakat tidak langsung menuduh atau bertindak terhadap seseorang hanya karena memiliki kemiripan fisik dengan pelaku yang sedang dicari.