daily-vibes

Kratom Kukar Mendunia, Ekspor ke AS hingga Eropa Capai 300 Ton per Bulan

Rabu, 22 April 2026 | 06:30 WIB
Kratom, yang memiliki nilai ekonomi tinggi. (Dok. Pontianak Globe)

PONTIANAKGLOBE.COM, TENGGARONG -- Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, secara rutin mengekspor daun kratom sebanyak 200 hingga 300 ton per bulan ke sejumlah negara, di antaranya Amerika Serikat, India, Thailand, dan Republik Ceko.

Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono, seperti dikutip dari ANTARA, menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus mengembangkan kratom sebagai komoditas unggulan yang dinilai mampu mendorong peningkatan ekonomi masyarakat, khususnya petani lokal.

Baca Juga: Dia (Yang Tak Pernah Pulang)

Menurutnya, tingginya permintaan pasar global terhadap kratom menjadi peluang besar yang perlu dimanfaatkan secara optimal, terutama melalui peningkatan kualitas dan kapasitas produksi.

Keberhasilan ekspor kratom dari Kukar juga menarik perhatian Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara.

Melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, mereka melakukan kunjungan studi banding pada 16 April 2026 untuk mempelajari tata kelola dan mekanisme ekspor komoditas tersebut.

Sunggono menjelaskan, kratom kini berkembang menjadi tanaman bernilai ekonomi tinggi yang berpotensi meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

Oleh karena itu, diperlukan strategi yang terarah agar peluang pasar internasional dapat dimaksimalkan.

Salah satu wilayah yang menjadi pusat produksi kratom di Kukar adalah Kecamatan Tenggarong Seberang.

Baca Juga: INKAI Pontianak Gelar Muskot 2026–2030, Heriyadi Terpilih sebagai Ketua Umum

Daerah ini bahkan telah memiliki fasilitas pengolahan kratom menjadi ekstrak, sehingga memberikan nilai tambah dibandingkan daerah lain.

Pemerintah daerah terus mendorong petani dan pelaku usaha agar mampu memenuhi standar internasional, baik dari segi mutu maupun volume produksi.

Meski demikian, pengembangan kratom (Mitragyna speciosa) masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait aspek regulasi dan stigma negatif di masa lalu yang mengaitkannya dengan zat psikotropika.

Namun, situasi tersebut mulai membaik seiring adanya perhatian dan dukungan dari pemerintah pusat.

Sunggono menambahkan, pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian, BPOM, dan BRIN kini mulai melakukan penelitian serta penataan tata niaga kratom, termasuk untuk mendukung ekspor.

Halaman:

Tags

Terkini

Seabad Maria Manaoag, Bersama Jutaan Umat

Rabu, 22 April 2026 | 22:31 WIB