Dia (Yang Tak Pernah Pulang)

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Selasa, 21 April 2026 | 20:52 WIB
Willy Wedhanta, seorang penulis yang juga dikenal sebagai puisipenyair_saioe75.dengan nama pena  (Dok. Willy Wedhanta)
Willy Wedhanta, seorang penulis yang juga dikenal sebagai puisipenyair_saioe75.dengan nama pena (Dok. Willy Wedhanta)

PuisiWilly Wedhanta

Dia—
yang tak pernah pulang.

Ia datang tanpa bayang,
seperti angin yang hanya singgah
lalu hilang.

Menyentuh tanpa jejak,
menyapa tanpa wajah,
meninggalkan rindu
yang tak pernah genap.

Ingin kuhapus ia dari kenang,
namun namanya bergetar di ruang,
seperti gema yang terkurung
di lorong waktu yang panjang.

Dalam sunyi kutambatkan riuh,
kuredam gelombang yang runtuh.
Kupaksa hati tampak utuh,
meski diam-diam ia rapuh.

Sebab dirinya—

dukaku baginya tawa,
lukaku baginya senda.
Air mataku hanya cerita,
yang singgah sebentar lalu sirna.

Tawanya ringan mengangkasa,
sementara di dadaku
ia menjelma serpih kaca.

Langkahnya lapang tanpa beban,
bagai burung menembus awan.
Sedang aku,
akar yang terbenam dalam penantian.

Dia—
yang kunanti di ujung senja,
yang kusebut dalam doa-doa,
yang kusemat namanya
di sela napas dan luka.

Namun tak pernah ia berpaling,
tak sudi ia memandang.
Rinduku gugur sebelum berkembang,
harapku patah sebelum terang.

Dia—
yang datang tanpa bayang,
yang pergi tanpa bilang,
yang kuharap pulang,
namun memilih hilang dalam lengang. ***

 

*** Penulis juga dikenal dengan nama pena puisipenyair_saioe75

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Budaya Tumbuh dari Keberanian

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:42 WIB
X