"Jadi kalau suhu panas, atap Alduro bisa mengurangi kira-kira 10 persen. Kalau misalnya suhu di luar rumah itu 35 derajat celsius, maka di dalam rumah sekitar 31-32 derajat celsius," kata Sugiarto.
Ia membandingkan dengan atap seng yang justru dapat meningkatkan suhu di dalam rumah.
"Seng justru akan menambah panas, suhu di luar 35 derajat celsius, di dalam rumah bisa 45 derajat celsius," terangnya.
Dari sisi kesehatan, Sugiarto juga menyoroti risiko penggunaan asbes yang dapat berdampak buruk bagi pernapasan.
"Pada saat patah ataupun terkena gesekan, debu dari asbes kalau kita hirup itu mengandung serat yang berbahaya dan bisa menyebabkan kanker," jelasnya.
Lebih jauh, program ini juga menjadi bagian dari upaya mengatasi persoalan sampah plastik di Indonesia melalui pendekatan ekonomi sirkular.
"Pada masa pandemi Covid-19, kami melihat beberapa masalah yang timbul, yaitu terutama masalah sampah plastik yang bahkan sampai sekarang belum ada jalan keluarnya," ungkap Sugiarto.
Baca Juga: Viral! Tunanetra Bingung di Guiding Block Berkelok di Cikini
Ia menambahkan bahwa inovasi Alduro lahir dari keinginan untuk mengurangi ketergantungan terhadap sumber daya alam sekaligus memanfaatkan limbah plastik secara lebih produktif.
Selain memberikan manfaat langsung bagi penerima, program ini juga menjadi bentuk apresiasi terhadap profesi wartawan sekaligus sarana edukasi mengenai pentingnya hunian sehat dan ramah lingkungan.***