Saat ini, yayasan tersebut melayani tidak kurang dari 150 warga binaan.
Kegiatan diawali dengan Misa Syukur yang dipimpin Romo Benny, Pr, imam Praja Surabaya sekaligus Moderator DPC ISKA Surabaya.
Baca Juga: Bikin Bangga Indonesia, Tim Mahasiswa UNY Sabet Juara Pertama Shell Eco-marathon 2026
Dalam homilinya, Romo Benny mengapresiasi inisiatif ISKA sebagai wujud iman yang nyata melalui kepedulian dan perhatian kepada sesama.
Usai misa, dilakukan penyerahan bantuan berupa dana dan barang-barang penunjang layanan yayasan.
Acara dilanjutkan dengan berbagi kasih melalui hiburan, menyanyi bersama, kuis lagu, pertunjukan sulap, serta santap malam bersama para penghuni yayasan.
Audiensi dengan Uskup Surabaya
Meski waktu telah menunjukkan pukul 19.30 WIB, rangkaian kegiatan masih berlanjut dengan audiensi bersama Uskup Surabaya, Mgr. Agustinus Tri Budi Utomo, di Gereja Hati Kudus Yesus Maha Kudus (HYMK) Katedral Surabaya.
Audiensi yang berlangsung di ruang pertemuan lantai 2 Katedral Surabaya berlangsung hangat dan dialogis.
Uskup Surabaya, yang akrab disapa Romo Didik, menekankan pentingnya keberanian ISKA untuk mendefinisikan ulang peran organisasi agar tidak berhenti pada struktur, melainkan menghadirkan dampak nyata bagi kebaikan bersama (pro bono publico).
“Keberadaan ISKA harus terlihat dan dirasakan, mulai dari tingkat pusat hingga ke paroki dan kecamatan, terutama pada momen-momen penting,” ujar Romo Didik.
Ia juga menekankan pentingnya peran cendekiawan Katolik dalam menjernihkan persoalan sosial dan menghadirkan solusi yang kreatif serta transformatif.
Ketua Presidium PP ISKA, Luky A. Yusgiantoro, menyatakan sependapat dengan arahan tersebut.
Menurutnya, masukan para pemimpin Gereja menjadi bekal penting bagi PP ISKA untuk menajamkan orientasi gerak organisasi, termasuk penguatan keanggotaan secara kualitas dan kuantitas, serta keterlibatan generasi muda.
Sementara itu, Dr. Ch. Arie Sulistiono, MM, Sekretaris Jenderal PP ISKA, menjelaskan bahwa hingga kini ISKA telah hadir di 28 dari 38 provinsi di Indonesia.