Walau data menunjukkan tren yang menggembirakan, masyarakat masih menunggu bukti nyata bahwa Indonesia benar-benar bisa mandiri dalam hal beras.
Pengalaman di tahun-tahun sebelumnya memperlihatkan bahwa gangguan cuaca dan distribusi kerap menjadi alasan pemerintah kembali membuka kran impor.
Kini, dengan dihentikannya impor dalam waktu dekat, tantangan terbesar pemerintah adalah menjaga keseimbangan antara produksi, harga, dan ketersediaan cadangan beras nasional.
Harapannya, langkah ini bukan sekadar simbolis, melainkan menjadi pijakan awal menuju swasembada beras yang benar-benar berkelanjutan.***