Desa Nitunglea, tempat Paulina tinggal, sebelumnya sempat terisolasi setelah gempa mengguncang wilayah Flores, NTT.
Akses menuju desa tersebut terputus akibat tertutup material longsoran berupa batu besar dan pohon tumbang.
Akibat kondisi tersebut, desa hanya dapat ditempuh dengan berjalan kaki selama sekitar tiga jam dari dermaga.
Pengungsi Diberi Trauma Healing
Sementara itu, Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko menilai trauma healing diperlukan bagi para pengungsi, terutama anak-anak, setelah gempa dahsyat melanda sejumlah wilayah di NTT.
Menurut Rudi, penanganan pascabencana tidak hanya berfokus pada luka fisik, tetapi juga kondisi kesehatan mental para penyintas.
Di titik pengungsian Lapangan Gelora Samador, tercatat sebanyak 1.207 pengungsi telah menempati lokasi tersebut. Kepolisian setempat juga memberikan pendampingan psikologis melalui kegiatan trauma healing.
"Para pengungsi ini bukan hanya fisiknya saja yang terluka, tapi ada juga kesehatan mental yang tidak boleh kita abaikan," ungkap Rudi dalam keterangannya, Selasa, 18 Agustus 2026.
"Itu yang kita atensi, terlebih bagi anak-anak," tandasnya. ***
Artikel Terkait
Dua Hari Bernapas dalam Seni: Catatan Personal dari LCAF #4 Kubu Raya
Polwan Sambut Demo BEM UI dengan Spanduk, Mahasiswa Malah Ajak Adu Argumen
Pria Diduga Gangguan Jiwa Serang Pengendara Motor di Lenteng Agung, Polisi Turun Tangan
KIPP Perkuat Mitigasi Karhutla di Kayong Utara, Warga Dilatih hingga Dukung Operasi Pemadaman
Pengusaha UMKM Klaim Diusir dari Tempat Usaha di Tebet, Sebut Deposit Rp8 Juta Ditahan
Kemenkes Bangun RS Lapangan di Manggarai Pascagempa M7,7, Siapkan hingga 100 Tempat Tidur