“Tentu, pelayanan di Armuzna, pasti itu berbeda. Tenda-tendanya berbeda, kasurnya berbeda ukurannya,” kata Irfan.
Ia juga berharap layanan konsumsi bagi jemaah dapat ditingkatkan. Namun, pelaksanaannya masih akan dibahas bersama panitia kerja (Panja).
“Kemudian layanan lain kita berharap makan juga konsumsi akan ada sedikit peningkatan. Tapi semua tergantung pembicaraan kita dengan tim di Panja,” terangnya.
Irfan menjelaskan, terdapat sejumlah faktor yang memengaruhi usulan kenaikan BPIH 2027.
Salah satunya adalah kebijakan Pemerintah Arab Saudi yang menghapus layanan tingkat D. Dengan demikian, layanan jemaah haji Indonesia kini berada pada tingkat A, B, dan C yang memiliki struktur biaya berbeda.
“Biaya layanan berbeda, jenis layanannya pun berbeda karena Pemerintah Saudi sudah menghapus layanan D, kita masuk ke layanan C yang otomatis harganya berubah juga,” jelas Irfan.
Selain perubahan skema layanan, kondisi ekonomi global juga turut memengaruhi biaya penyelenggaraan haji, termasuk perubahan harga bahan bakar minyak (BBM) dan komoditas di Arab Saudi.
“Tentu situasi ekonomi berbeda sekali dengan tahun kemarin. Sangat berbeda. BBM berbeda harganya, kemudian harga komoditas di sana juga berbeda,” tukasnya.
Sebagai pembanding, BPIH 2026 ditetapkan sebesar Rp87.409.365 per jemaah. Komposisinya terdiri dari 62 persen Bipih yang dibayarkan jemaah dan 38 persen berasal dari nilai manfaat yang dikelola BPKH.
Pada 2026, rata-rata Bipih yang dibayarkan langsung oleh jemaah mencapai Rp54.193.806.
Dengan usulan skema 2027, Bipih jemaah turun menjadi Rp42.936.068, meski total BPIH meningkat menjadi Rp107.340.172 per jemaah. ***
Artikel Terkait
Dua Hari Bernapas dalam Seni: Catatan Personal dari LCAF #4 Kubu Raya
Pengusaha UMKM Klaim Diusir dari Tempat Usaha di Tebet, Sebut Deposit Rp8 Juta Ditahan
Kemenkes Bangun RS Lapangan di Manggarai Pascagempa M7,7, Siapkan hingga 100 Tempat Tidur
Kabut Asap Karhutla Selimuti Banjarbaru, Kualitas Udara Masuk Kategori Berbahaya
Viral Dugaan Modus Gesek Nomor Rangka Mobil di Parkiran GBK, Polisi Turun Tangan
Optik Pontianak Rayakan 17 Tahun dengan Aksi Sosial dan Perluasan Usaha