Gempa M 7,7 Guncang NTT, Wisatawan Pulau Padar Berhamburan hingga Warga Mengungsi

photo author
Patrisia Yosi, Pontianak Globe
- Minggu, 16 Agustus 2026 | 06:05 WIB
Situasi wisatawan di Pulau Padar (kanan) dan warga mencari tempat aman pascagempa disertai peringatan tsunami.  (Threads/harisul_qiram - Instagram/s_toni.i)
Situasi wisatawan di Pulau Padar (kanan) dan warga mencari tempat aman pascagempa disertai peringatan tsunami. (Threads/harisul_qiram - Instagram/s_toni.i)

PONTIANAKGLOBE.COM, NUSA TENGGARA TIMUR -- Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, 15 Agustus 2026 sekitar pukul 04.58 WIB.

Gempa yang berpusat di sekitar Mbay, Kabupaten Nagekeo, tersebut sempat membuat Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini tsunami.

Baca Juga: Mahasiswa Baru UNNES Meninggal Usai Kecelakaan, Jadwal Ospek Jadi Sorotan

Sejumlah video yang merekam situasi saat gempa terjadi kemudian beredar di media sosial. Salah satunya memperlihatkan kepanikan wisatawan yang berada di Pulau Padar.

Wisatawan di Pulau Padar Rasakan Guncangan

Dalam video yang diunggah akun Instagram @s_ton.i, terlihat sejumlah wisatawan berada di Pulau Padar saat gempa terjadi.

Para wisatawan tampak duduk di tanah dan saling berpegangan. Di belakang mereka, pepohonan terlihat bergoyang akibat guncangan gempa.

“Pohon sampai goyang di Pulau Padar,” tulis pemilik akun dalam unggahannya pada Sabtu, 15 Agustus 2026.

Perekam video juga terdengar mengingatkan wisatawan lain agar tidak panik saat gempa berlangsung.

“Jangan panik guys. Gempa ini, oke semuanya, jangan panik,” ujar perekam video.

Warga Manggarai Barat Mengungsi ke Tempat Tinggi

Video lain diunggah akun Threads @harisul_qiram. Rekaman tersebut memperlihatkan sejumlah warga di Manggarai Barat berjalan menuju tempat yang lebih tinggi untuk mencari lokasi aman.

Baca Juga: Kondisi Labuan Bajo Usai Gempa M7,7, Warga Ungkap Air Laut Sempat Surut

“Pagi ini dibangunin sama gempa dan seumur-umur ini yang bener-bener harus naik gunung karena air laut sampai surut,” tulis pemilik akun dalam unggahan video tersebut.

Dalam video itu, sejumlah warga yang didominasi perempuan dan anak-anak terlihat berjalan menuju kawasan yang lebih tinggi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Patrisia Yosi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

MBG Perlu Evaluasi Model, Bukan Sekadar Dapur

Jumat, 21 Agustus 2026 | 23:05 WIB
X