Korban Sempat Ikuti Tes Fisik dan Kesehatan
Ketut menjelaskan, para korban sempat mengikuti sejumlah tahapan tes, mulai dari tes akademik, fisik, psikologi, hingga kesehatan.
Rangkaian tes tersebut diduga dibuat sedemikian rupa agar terlihat seperti proses resmi yang diselenggarakan lembaga negara.
Para korban juga disebut menerima surat keputusan (SK) dan jadwal tes yang menggunakan kop surat resmi lembaga negara dari OP.
Namun, setelah dilakukan pengecekan kepada instansi terkait, dokumen-dokumen tersebut diketahui diduga palsu.
"Para korban juga sudah mengecek dari instansi-instansi terkait, ternyata SK dan juga jadwal yang dikeluarkan itu tidak benar, adalah palsu," kata Ketut.
"Surat-surat yang dikeluarkan juga palsu semua. Ada kop surat resmi, ada SK penunjukan, tapi palsu semua," imbuhnya.
Setelah mengikuti serangkaian tahapan 'seleksi susulan', para korban pada akhirnya tidak kunjung diterima di instansi yang dijanjikan.
Ketut mengatakan, pada tahap awal terdapat lima korban yang membuat laporan dengan total kerugian mencapai sekitar Rp3,5 miliar.
Namun, menurut dia, jumlah korban dan nilai kerugian diduga jauh lebih besar jika menghitung korban di luar kelompok tersebut, termasuk dari luar Jawa Timur.
"Sudah mencapai kerugian Rp20 miliar lebih, karena korbannya sudah diduga jelas lebih dari 10 orang," ungkapnya.
Ketut juga mengungkapkan adanya dugaan intimidasi terhadap sejumlah korban yang hendak melaporkan kasus tersebut kepada polisi.
Menurut dia, korban sempat diancam bahwa uang yang telah diserahkan akan hangus apabila kasus tersebut dilaporkan kepada kepolisian.
"Teman dari instansi yang lain juga mengatakan dan mengancam para korban bahwa justru para korbanlah yang salah, karena korban itu telah melakukan tindak pidana penyuapan," ucapnya.
Saat ditanya mengenai asal instansi oknum militer yang disebut menjadi perantara OP, Ketut belum bersedia mengungkapkannya secara rinci.
Artikel Terkait
Festival Budaya Lembah Baliem 2026 Mencekam, Dua Orang Terluka Diduga Akibat Penembakan
Pendaftaran Upacara HUT Ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Merdeka Dibuka 5-7 Agustus 2026
BRIN Perkuat Teknologi Strategis, dari Nuklir hingga AI untuk Dongkrak Daya Saing Indonesia
Prabowo Perkuat Pendidikan dan Riset, Siapkan Sekolah Unggulan hingga Kolaborasi dengan Universitas Dunia
Hari Pertama LCAF #4: Kemeriahan Ekspresi Anak Hingga Sengitnya Panggung Sastra dan Tari di Kubu Raya
Komplotan Begal Gasak Rp30 Juta di Cibitung Dibekuk, 6 Pelaku Ditangkap