Video Bocah Aceh Viral, Cerita Trauma yang Menggetarkan Publik

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Kamis, 11 Desember 2025 | 11:12 WIB
Foto: Seorang bocah saat mengenang detik-detik bencana hingga mengira itu adalah hari terakhir hidupnya.  (Dok. Instagram/ddtvofficial)
Foto: Seorang bocah saat mengenang detik-detik bencana hingga mengira itu adalah hari terakhir hidupnya. (Dok. Instagram/ddtvofficial)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Banjir bandang yang menghantam sejumlah daerah di Aceh bukan hanya merusak rumah dan fasilitas, tetapi juga meninggalkan luka batin bagi para penyintas, terutama anak-anak. Di antara hamparan lumpur dan bangunan yang hancur, seorang bocah menceritakan pengalaman traumatis yang ia alami saat bencana terjadi.

Video pengakuan bocah tersebut diunggah akun Instagram @ddtvofficial pada Minggu, (7/12/2025). Dalam rekaman itu, ia berdiri di atas tumpukan lumpur sambil menggambarkan rasa takut yang masih melekat kuat. Ia mengenang bagaimana banjir hari itu membuatnya merasa hidupnya akan berakhir.

"Ya Allah ini hari apa? Apakah hari terakhir saya hidup?" tuturnya.

Baca Juga: Korban Kebakaran Terra Drone Didominasi Perantau, Keluarga Minta Negara Hadir

Ketakutan itu begitu dalam hingga ia mengira bahwa bencana itu adalah tanda kiamat.

"Saya takut pada hari itu, saya pikir besok ini hari kiamat," lanjutnya.

Bahkan kini, suara hujan saja sudah membuatnya cemas.

"Lihat hujan saja sudah takut," ucapnya.

Bocah itu kemudian mengisahkan detik-detik dirinya menyelamatkan diri. Saat air mulai naik, ia bergegas menuju warung bertingkat yang menjadi tempat berlindung satu-satunya.

"Sebelum airnya naik, saya pergi ke warung yang bertingkat," katanya.

Di tempat tersebut, air terus meninggi sehingga ia naik ke lantai atas.

"Di situ airnya naik, naik, naik. Habis itu ada tingkat, saya naik ke atas," ceritanya.

Baca Juga: Terpaksa Pakai Baju Perempuan, Korban Pria Ungkap Ironi Penanganan Bencana

Tidak lama kemudian, kedua orang tuanya menyusul. Namun, ia sempat tergelincir saat mencoba berpindah tempat.

"Saya jatuh, terus ditemukan, terus dipegang kaki saya sebelum dibawa air," tuturnya menggambarkan betapa dekatnya ia dengan arus banjir.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Seabad Maria Manaoag, Bersama Jutaan Umat

Rabu, 22 April 2026 | 22:31 WIB

Guru di Bojonegoro Lari ke Sekolah Demi Hemat BBM

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:13 WIB
X