Rekening Masih Dibekukan, Ira Puspadewi Mengaku Hidup dari Bantuan Teman

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Minggu, 30 November 2025 | 07:51 WIB
Menyoroti pernyataan eks Dirut ASDP, Ira Puspadewi ihwal rekeningnya yang masih diblokir usai ke luar dari Rutan KPK. (Dok. ASDP)
Menyoroti pernyataan eks Dirut ASDP, Ira Puspadewi ihwal rekeningnya yang masih diblokir usai ke luar dari Rutan KPK. (Dok. ASDP)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Mantan Direktur Utama ASDP, Ira Puspadewi, menyampaikan bahwa seluruh rekening miliknya masih dalam kondisi terblokir meski ia telah dibebaskan dari penjara.

Ira sebelumnya keluar dari Rutan KPK pada Jumat, 28 November 2025, setelah menerima rehabilitasi bersama dua mantan direktur ASDP lainnya dalam perkara dugaan korupsi Kerja Sama Usaha dan akuisisi PT Jembatan Nusantara pada 2019–2022.

Baca Juga: Operasi Udara TNI Dirombak Total: 76.500 Ton Bantuan Dikirim, Wilayah Terisolasi Jadi Alarm Darurat

Dalam acara syukuran di Jatiwarna, Bekasi, pada Sabtu, 29 November 2025, Ira mengaku bersyukur karena masih ada teman yang memberinya bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Seluruh rekening saya sampai hari ini masih diblokir, suami saya, anak saya,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa saat itu dirinya hanya memegang uang Rp 1,2 juta.

“Tapi hari itu juga, uang saya cuma ada di tangan Rp 1,2 juta,” imbuhnya.

Ira juga bercerita tentang bantuan yang datang secara tiba-tiba dari orang-orang dekat. Ia menyebut ada temannya yang memberikan uang Rp 5 juta untuk kebutuhan makanan sehari-hari.

“Tiba-tiba ada teman yang ngasih, anak buah, yang saya tahu gajinya juga berapa, ngasih Rp 5 juta, ‘Ini buat makan, buat belanja sementara’,” katanya.

Beberapa orang lainnya juga mengirimkan kebutuhan pokok seperti minyak, mie, dan telur.

“Ada yang ngirim minyak, ada yang mengirim mie, ada yang mengirim telur. Itu kan ternyata, ‘Oh, tanpa uang, saya ternyata masih bisa makan’,” tuturnya.

Baca Juga: Kombes Budi Hermanto Tegaskan Pemeriksaan ABH Tak Bisa Disamakan dengan Dewasa

Menurut Ira, selama menjalani proses hukumnya, banyak orang yang menjauh karena takut terkait dengan kasus yang menjeratnya.

“Di saat kami dalam perkara seperti itu, banyak orang menghindar untuk, bahkan kami kontak. Wajar, karena takut,” ucapnya.

Meski begitu, ia mengatakan bahwa ada pula orang-orang yang tetap menunjukkan kepedulian ketika dirinya berada dalam kondisi paling sulit.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Seabad Maria Manaoag, Bersama Jutaan Umat

Rabu, 22 April 2026 | 22:31 WIB

Guru di Bojonegoro Lari ke Sekolah Demi Hemat BBM

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:13 WIB
X