Evakuasi Ponpes Al Khoziny Resmi Ditutup, 67 Korban Meninggal Dunia

photo author
Nugroho Christian, Pontianak Globe
- Selasa, 7 Oktober 2025 | 13:34 WIB
Basarnas resmi menutup pencarian korban dan evakuasi Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur.  (Dok. bnpb.go.id)
Basarnas resmi menutup pencarian korban dan evakuasi Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur. (Dok. bnpb.go.id)

 

PONTIANAKGLOBE.COM, SIDOARJO -- Setelah sembilan hari proses pencarian tanpa henti, Basarnas resmi menutup operasi evakuasi korban runtuhnya bangunan musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur.

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI M. Syafii menyampaikan bahwa seluruh korban telah berhasil dievakuasi dari reruntuhan bangunan yang ambruk pada 29 September 2025.

Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi total 171 orang, termasuk 8 potongan tubuh,” ujar Syafii dalam apel penutupan, Selasa (7/10/2025).

Dari jumlah tersebut, 104 orang selamat dan 67 meninggal dunia, termasuk potongan tubuh yang ditemukan.

Baca Juga: Satgas Timah Tak Lagi Jadi Momok: MIND ID Beberkan Misi Rahasia di Baliknya

Seluruh jenazah kini telah diserahkan ke Disaster Victim Identification (DVI) Bidokkes Polda Jawa Timur untuk proses identifikasi resmi.

“Kami mengimbau keluarga korban untuk menunggu hasil identifikasi dari DVI sebagai sumber yang sah dan akurat,” tambah Syafii.

Sementara itu, BNPB mencatat jumlah korban meninggal sebanyak 61 orang. Perbedaan angka ini, kata Deputi Penanganan Darurat BNPB Mayjen TNI Budi Irawan, disebabkan oleh metode penghitungan yang berbeda.

“Basarnas menghitung seluruh kantong jenazah, termasuk body part. Kami hanya menghitung korban utuh, jadi bukan perbedaan data, hanya perbedaan metode,” jelasnya.

Lokasi dinyatakan clear

Dengan ditemukannya seluruh korban, Syafii menyatakan area ponpes kini dalam kondisi aman.

“Setelah dilakukan assessment dan reassessment, kami pastikan lokasi sudah clear area. Seluruh material reruntuhan sudah diangkat dan seluruh korban sudah dievakuasi,” ujarnya.

Baca Juga: Purbaya Siap Pangkas Anggaran Makan Bergizi Gratis, Luhut: Jangan Gegabah!

Usai operasi SAR ditutup, Polda Jawa Timur memastikan akan segera melanjutkan proses penyelidikan terkait insiden tersebut. Kabid Humas Polda Jatim Kombes Polisi Jules Abraham Abast mengatakan, pihaknya menunggu evakuasi rampung sebelum melangkah ke tahap hukum.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Nugroho Christian

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Seabad Maria Manaoag, Bersama Jutaan Umat

Rabu, 22 April 2026 | 22:31 WIB

Guru di Bojonegoro Lari ke Sekolah Demi Hemat BBM

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:13 WIB
X