bizbuzz

Bongkar Akar Demo! Tom Lembong: Indonesia Sedang Masuki Fase Down Cycle

Sabtu, 13 September 2025 | 13:43 WIB
Eks Mendag RI, Tom Lembong menyoroti terkait aksi demonstrasi besar yang terjadi pada akhir Agustus 2025 lalu. (YouTube @Raymond Chin)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Mantan Menteri Perdagangan (Mendag) RI, Tom Lembong, ikut angkat bicara terkait aksi demonstrasi besar yang terjadi di Indonesia pada akhir Agustus 2025.

Nama Tom Lembong kembali menjadi sorotan publik usai memperoleh abolisi dari Presiden RI Prabowo Subianto dalam kasus impor gula, sehingga bebas dari penjara pada 5 Agustus 2025.

Baca Juga: Resmi Diluncurkan di Amerika Serikat! Satelit Nusantara Lima Jadi Harapan Baru Internet Indonesia

Menanggapi gejolak sosial politik terbaru, Tom menilai hal itu tak lepas dari kondisi Indonesia yang tengah berada dalam siklus penurunan atau down cycle.

“Semua peristiwa itu ada siklusnya, ada naik dan turunnya. Mungkin kita sekarang ada di down cycle. Menurut saya ini lagi turun, baik secara ekonomi, politik, maupun sosial,” ujar Tom Lembong dalam siniar YouTube Raymond Chin yang tayang Jumat, 12 September 2025.

Menurut Tom, fenomena serupa juga dialami sejumlah negara lain.

Ia mencontohkan Nepal, yang belakangan dilanda gelombang demonstrasi besar-besaran, sebagian besar digerakkan oleh anak muda.

Baca Juga: Sebuah Profil! Dari Dokter Muda ke Bupati Landak, Begini Kisah Karolin Margret Natasa yang Inspiratif

“Kita bukan satu-satunya negara yang mengalami down cycle. Di Nepal juga tiba-tiba banyak demo. Isunya sama seperti kita: korupsi, pejabat tidak becus, dan sebagainya,” tambahnya.

Selain Nepal, ia juga menyinggung Filipina yang mulai dilanda aksi protes jalanan, bahkan disebut-sebut terinspirasi oleh gerakan generasi muda di Indonesia.

Lebih lanjut, Tom menilai kondisi sulit yang dialami Indonesia juga tak lepas dari situasi global yang tengah bergejolak.

Baca Juga: Perjalanan Politik Edi Rusdi Kamtono, dari Wakil Wali Kota hingga Wali Kota Dua Periode, Begini Profil-nya

Ia menyoroti kebijakan tarif balasan atau resiprokal yang kembali dijalankan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, usai terpilih kembali.

“Misalnya, persaingan ekonomi antara Amerika dan Tiongkok, perang dagang yang diinisiasi Washington setelah Trump kembali menjabat. Jadi jelas, sekarang masa-masa yang menantang dan penuh ketidakpastian, bukan hanya di Indonesia, tapi juga global,” jelas Tom. ***

Tags

Terkini