Program Gizi Prabowo Disebut Investasi SDM, Tapi Tantangan Pasokan Mengintai!

photo author
Nugroho Christian, Pontianak Globe
- Minggu, 2 November 2025 | 08:15 WIB
Menyoroti potensi meningkatnya ekonomi RI melalui Program MBG hingga membandingkan cara negara lain dalam menerapkannya.  (Dok. Badan Gizi Nasional)
Menyoroti potensi meningkatnya ekonomi RI melalui Program MBG hingga membandingkan cara negara lain dalam menerapkannya. (Dok. Badan Gizi Nasional)

Melalui unggahan di akun Instagram @lpemfebui, Jumat, 31 Oktober 2025, lembaga itu mencontohkan praktik di Brasil yang mewajibkan 30 persen anggaran program makan sekolah nasional dialokasikan untuk membeli bahan pangan langsung dari petani lokal.

Kebijakan tersebut, menurut LPEM, tidak hanya menjamin ketersediaan bahan pangan segar tetapi juga memperkuat ekonomi desa. Prinsip ini dinilai sejalan dengan semangat MBG di Indonesia.

Baca Juga: Wacana Soeharto Jadi Pahlawan Muncul Lagi, Hasan Nasbi Ungkap Alasannya

Selain Brasil, LPEM FEB UI juga menyoroti berbagai model dari Thailand, Kamboja, Laos, Amerika Serikat, dan Jepang, yang menerapkan sistem berbeda namun berorientasi pada gizi dan ekonomi lokal.

“Setiap negara memiliki model implementasi beragam, namun semuanya berangkat dari tujuan yang sama, yaitu memastikan asupan gizi yang cukup sekaligus menggerakkan ekonomi lokal,” tulis LPEM.

Menurut LPEM, keberhasilan program makan sekolah tidak hanya bergantung pada besarnya anggaran, tetapi juga pada seberapa erat keterhubungannya dengan produsen lokal. Dengan demikian, program ini dapat memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus memperluas dampak ekonomi bagi masyarakat.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Nugroho Christian

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X