“Dengan stok yang melimpah, inflasi pangan bisa lebih stabil. Ini penting agar masyarakat tidak terbebani harga tinggi, sementara pemerintah juga bisa fokus menjaga ketahanan pangan,” ujarnya.
Baca Juga: Penemuan Mayat di KM 9 Jalan Sekadau-Sintang, Polisi Ungkap Kronologi Lengkap
Dari sisi makroekonomi, capaian inflasi di level 2,31 persen menunjukkan Indonesia masih berada dalam jalur target pemerintah, yakni menjaga inflasi di bawah 3 persen.
Stabilitas harga pangan ini diharapkan dapat memberikan kepastian bagi dunia usaha, memperkuat daya beli masyarakat, serta menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di tengah tekanan global.
“Jika inflasi terkendali, biaya hidup masyarakat lebih ringan. Hal ini memberi ruang bagi konsumsi rumah tangga untuk tumbuh, yang pada gilirannya menopang pertumbuhan ekonomi,” jelas seorang analis ekonomi yang dihubungi secara terpisah.
Kombinasi antara distribusi pangan yang stabil, stok beras yang melimpah, serta koordinasi pusat dan daerah menjadi instrumen penting pemerintah untuk menjaga keseimbangan antara ketahanan pangan dan stabilitas ekonomi nasional. ***
Artikel Terkait
Terungkap Beras Medium Dilabeli dan Dijual Sebagai Beras Premium, Begini Cara Mudah Membedakannya Agar Tidak Tertipu
Prabowo Dorong Lompatan Besar: Stok Beras Tembus 4 Juta Ton, Petani Untung Besar
Program Prabowo untuk Rakyat Miskin, 20 Kg Beras Gratis dan Bantuan Tunai untuk 18,3 Juta Keluarga
Modus Oplos Beras Terbongkar, Kerugian Negara Tembus Rp99 Triliun
Beras di Ritel Modern Kosong, Mentan Tegaskan Produksi Nasional Berlimpah
Bulog Pastikan Kualitas Beras SPHP Aman, Jadi Instrumen Pengendali Inflasi Pangan