PONTIANAKGLOBE -- Delegasi dari Kota Pontianak memamerkan kostum bertemakan Meriam Karbit atau Equator Van Borneo pada Karnaval dan Pawai Budaya dalam rangkaian Rakernas Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) XVI di Makassar, Sulawesi Selatan.
Dilansir dari laman Pemkot Pontianak, kostum tersebut didesain oleh Deni Slamet yang menggambarkan tentang permainan rakyat khas Kota Pontianak meriam karbit.
"Meriam karbit menjadi tradisi warga setiap menyambut bulan Ramadan dan Idulfitri. Kostum satu lagi Equator Van Borneo melambangkan ikon Kota Pontianak berupa Tugu Khatulistiwa yang menjadi titik perlintasan garis Khatulistiwa," kata Deni Slamet dikutip Pontianak Globe, Jumat (14 Juli 2023).
Dia mengatakan pengerjaan kedua kostum tersebut membutuhkan waktu selama 14 hari dengan bantuan seorang asistennya. Adapun bahan-bahan yang digunakan adalah besi sebagai rangka kostum, spons, kain dan bahan lainnya.
Sementara itu, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono beserta istri, Yanieta Arbiastutie mengenakan pakaian adat Melayu Pontianak, telok belanga dan baju kurung.
Mereka bersama 60 peserta dari Kota Pontianak ikut berparade pada karnaval yang diikuti oleh kota-kota se-Indonesia.
Edi mengapresiasi karya desainer muda yang merancang kostum ikon Kota Pontianak sebagai bentuk kreativitas dari pelaku ekonomi kreatif (ekraf).
"Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak membuka peluang seluas-luasnya bagi warga untuk berkreativitas lewat karyanya," kata Edi Rusdi Kamtono.
Artikel Terkait
Semarakkan Malam Takbiran Idul Fitri 2023, 27 Kelompok Meriam Bersiap Tampil
Dentuman Meriam Kehormatan Iringi Keberangkatan Presiden Jokowi dari Port Moresby