Wamenpar Genjot Pariwisata 3B: Kolaborasi Lintas Daerah Demi Destinasi Unggulan Indonesia (NAMA MEDIA

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Senin, 23 Juni 2025 | 11:59 WIB
Wamenpar Ni Luh Puspa (tengah kanan) saat menghadiri FGD pengembangan pariwisata wilayah Banyuwangi, Bali Barat dan Bali Utara di Wantilan Lovina. (Mita Damayanti)
Wamenpar Ni Luh Puspa (tengah kanan) saat menghadiri FGD pengembangan pariwisata wilayah Banyuwangi, Bali Barat dan Bali Utara di Wantilan Lovina. (Mita Damayanti)

PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Upaya mendorong pengembangan pariwisata kawasan "3B"—Bali Utara, Bali Barat, dan Banyuwangi—kian dikuatkan melalui kolaborasi lintas wilayah.

Forum diskusi bertajuk penguatan kawasan 3B digelar di Wantilan Pantai Lovina, Buleleng, Minggu, 22 Juni 2025, sebagai bentuk komitmen bersama pemerintah pusat dan daerah.

Baca Juga: Pasar Mobil Listrik Mei 2025 Lesu, Penjualan Turun Meski Dihujani Insentif, Dominasi Impor China Kian Kuat

Kepala Dinas Pariwisata Buleleng, Gede Dody Sukma, mewakili Bupati, menyatakan kawasan 3B menyimpan potensi pariwisata lengkap, mulai dari pantai, pegunungan, perbukitan, hingga kekayaan budaya.

“Kami sadar tantangan masih ada, terutama soal amenitas dan aksesibilitas. Karena itu dibutuhkan sinergi antara pusat, daerah, dan pelaku industri,” ujarnya, Senin, 23 Juni 2025.

Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa, menegaskan bahwa penguatan kawasan 3B bukan sekadar pencitraan, tapi harus dilanjutkan dengan aksi nyata di lapangan.

Baca Juga: Kronologi dan Identitas 3 Jemaah Haji Indonesia yang Hilang di Tanah Suci, PPIH Arab Saudi Terus Lakukan Pencarian

“Kita tak ingin hanya berhenti di seremoni peluncuran. Saatnya tancap gas untuk implementasi konkret,” tegasnya.

Langkah awal direalisasikan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Universitas Udayana dan IKAYANA yang berfokus pada pengelolaan sampah berbasis destinasi wisata serta penguatan paket pariwisata 3B.

“Saya mengapresiasi inisiatif ini. Pengelolaan sampah adalah kunci menuju pariwisata regeneratif, terutama untuk Bali Utara dan Barat,” tambahnya.

Baca Juga: Halmahera Selatan Dilanda Banjir Besar: Balita Tewas, Ribuan Warga Mengungsi

Ni Luh Puspa juga mendorong digitalisasi sektor pariwisata demi transparansi, efisiensi promosi, dan akurasi pendataan wisatawan serta kontribusi ekonomi.

Ia mengusulkan Kabupaten Buleleng menjadi proyek percontohan digitalisasi wisata nasional.

“Kita harus tahu persis berapa wisatawan yang datang, yang menginap, dan dampaknya terhadap ekonomi lokal,” pungkasnya. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X