Daun yang telah tua berwarna hijau gelap.
Bentuk daun memanjang atau lonjong dengan ujung daun meruncing. Pangkal daun tumpul dan memiliki tangkai yang pendek.
Struktur tulang daun menyirip.
Kopi arabika mulai berbunga setelah musim hujan.
Bunga tumbuh pada ketiak daun. Bunga kopi berwarna putih dan bisa melakukan penyerbukan sendiri, tidak ada perbedaan bunga jantan dan betina. Dari bentuk kuncup hingga menjadi buah yang siap panen membutuhkan waktu 8-11 bulan.
Buahnya bulat seperti telur, dengan warna buah hijau kemudian berubah menjadi merah terang saat matang.
Apabila buah telah matang cenderung mudah rontok.
Oleh karena itu harus dipanen dengan segera. Buah yang rontok ke tanah akan mengalami penurunan mutu, cenderung bau tanah.
Pohon kopi arabika mempunyai perakaran tunjang yang dalam.
Guna akar yang dalam ini untuk menopang pohon agar tidak mudah roboh dan bertahan pada kondisi kekeringan.
Pertumbuhan akar ditentukan sejak pohon dipindahkan dari pembibitan.
Pohon yang perakarannya tidak tumbuh dengan baik, akan mengganggu produktivitas.
Ada banyak varietas kopi arabika yang ditanam di Indonesia.
Setiap varietas mempunyai daya tumbuh dan daya adaptasi yang berbeda-beda.
Pemilihan varietas dalam budidaya hendaknya disesuaikan dengan kondisi lingkungan tempat budidaya. ***
Artikel Terkait
Mengenal Kopi Toraja, Salah Satu dari 6 Kopi Khas Indonesia
Mengenal Kopi Bali, Satu dari 6 Kopi Khas Indonesia. Ternyata Pengolahannya Khusus dan Unik Lho
Mengenal Kopi Flores, Rasa Lembut dan Keasaman Seimbang dengan Aroma Khas
Mengenal Kopi Mandailing, Salah Satu Kopi Terkenal dari Indonesia
Mengenal Kopi Jawa, Salah Satu Kopi Khas Indonesia. Rasa Khas, Aroma Harum hingga Keasaman Seimbang
Starbucks Dari Kedai Kopi Kecil di Seattle Amerika Serikat, Kini Punya Hampir 33.000 Outlet
Kopi Liberika, Khas Kalimantan Barat Yang Tumbuh Subur di Lahan Gambut