sosok

Nama Yayasan Amkur di Sambas, Diusulkan Anak Karyawan di Hadapan Uskup Mgr Herkulanus van Den Berg OFM Cap

Rabu, 21 September 2022 | 07:10 WIB
Tet Luk atau dikenal juga sebagai Yosep Sartomo Musino SAg atau biasa dipanggil Yossart. (Pontianak Globe)

PONTIANAKGLOBE.COM - Yayasan Amal dan Kurban (Amkur) bisa dikatakan sebagai yayasan sukses yang banyak mengelola sekolah unggulan dan berprestasi di Kalimantan Barat (Kalbar).

Yayasan Amkur pertama kali didirikan di Kabupaten Sambas, Kalbar. Kemudian melebarkan sayapnya ke Kecamatan Pemangkat dan Teluk Keramat, Kabupaten Sambas.

Yayasan Amkur kini juga mengembangkan sayapnya dengan mengelola sejumlah sekolah di Kabupaten Bengkayang. Kemudian di Pinyuh, Kabupaten Mempawah. Di Ngabang dan Menjalin, Kabupaten Landak. Di Kecamatan Balai, Kabupaten Sanggau. Serta di Kota Pontianak.

Siapa mengira, nama Amkur diusulkan seorang anak karyawan yang bekerja di susteran. Tet Luk atau dikenal juga sebagai Yosep Sartomo Musino SAg (Yossart), kala itu masih seorang bocah laki-laki kecil yang ikut membantu ayahnya bekerja di susteran Sambas. Tet Luk lah yang mengusulkan nama Amkur.

Ada pula kisah pilu, mengapa Tek Luk beserta keluarganya pindah ke Sambas. Berikut kisahnya yang dituturkan kembali oleh Yossart alias Tet Luk.

Tahun 1959, saya bersama orangtua dan dua adik saya ketika kami habis dirampok di Rambayan Hilir, kami lari menyelamatkan diri mengungsi ke Sambas. 

Bapak hanya tinggal celana lopak tak berbaju dengan luka menganga di betis kanan yang dibalut handuk. Umak (ibu, ed) hanya berbalut sehelai sarung dengan adik perempuan bungsu yang dibungkus sehelai lampin lusuh.

Saya dan adik lelaki tak sehelai kainpun yang menempel di tubuh. Senja itu, kami tiba di Susteran Sambas, diantar oleh pak Ko Ma dan sopirnya Oto Indah.

BACA JUGA: Meski Mampu Bobol Situs NASA, Putra Aji Adhari yang Dikaitkan dengan Hacker Bjorka Tak Ditangkap. Mengapa?

BACA JUGA: Daftar Pejabat yang Data Pribadinya Dibocorkan Bjorka, Puan Maharani hingga Anies Baswedan. Siapa Berikutnya?

BACA JUGA: Sedih Banget! Seorang Pria Malaysia Kehilangan Teman dan Pacar saat Jatuh Miskin. Dulu Rekeningnya 657 Juta

Pak Sak Jui, memohon pertolongan kepada Muder Cypriana. Melihat keadaan dan kisah kami, serta merta para suster bersama Muder Cypriana, Sr Aquina, Sr Auxilia, Sr Cu Fan, serta beberapa suster lainnya seperti Sr Yoanette memutuskan memberi kami tumpangan.

Kami ditempatkan di satu kamar tamu dalam rumah suster selama dua pekan lebih. Kami kemudian dipindahkan ke gudang getah pinggir sungai Sambas, berhadapan dengan rumah bapak Sung Kit Tjhong (ayahnya Sung Fa Hin). Di situ kami tinggal selama 3 bulan.

Bapak, ibu, dan kami bekerja dengan suster dan Pastor Adelhelmus. Gajinya dengan cara diberi makan. Saat itu usia saya baru 10 tahun.

Sejak itu kami dapat ransum makan 3 kali sehari dari dapur suster. Bapak saya kerja tebas tebang hutan karet di belakang gereja untuk lapak bangunan Susteran Novisiat.

Halaman:

Tags

Terkini