PONTIANAKGLOBE, MALANG - Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu, 1 Oktober 2022, menelan banyak korban jiwa tak berdosa.
Kerusuhan terjadi saat Arema FC bertemu Persebaya Surabaya pada pekan ke-11 Liga 1 2022 pada Sabtu, 1 Oktober 2022.
Sejumlah sumber menyebutkan sebanyak 127 orang meninggal dunia.
Namun, informasi yang diperoleh Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara, menyebutkan hingga Minggu pagi, 2 Oktober 2022, terdapat 153 orang meninggal dunia.
Tragedi dalam dunia sepak bola ini tentu saja membuat kita berduka. Pihak-pihak yang bertanggungjawab harus dimintai tanggung jawab.
Termasuk terkait prosedur pengamanan yang safety serta diizinkan dalam menanggulangi keributan atau kericuhan di stadion.
Laga terjadi usai laga yang dimenangi Persebaya dengan skor 2-3. Suporter Arema mengamuk di dalam dan di luar stadion Kanjuruhan.
Sejumlahj pihak menyesalkan peristiwa yang berujung duka tersebut. Ucapan duka pun mengalir dari banyak kalangan.
BACA JUGA: Heboh…Denise Chariesta Selingkuhan Suami Seorang Artis. Gue Orang Ketiga, Bukan Pelakor
Pontianak Globe mengutip Suara Merdeka dari berita berjudul: Hukuman Berat Diterima Arema, Dilarang Jadi Tuan Rumah di Sisa Kompetisi Liga 1, larangan Arema FC sebagai tuan rumah ditegaskan Ketua PSSI Mochamad Iriawan.
Laga antara Arema FC dan Persebaya Surabaya, Sabtu 1 Oktober 2022, berakhir ricuh. Usai laga yang dimenangi Persebaya dengan skor 2-3, suporter Arema mengamuk di dalam dan di luar stadion Kanjuruhan.
Akibat kejadian itu, Arema FC mendapatkan sanksi berat, yakni dilarang menjadi tuan rumah di sisa Kompetisi Liga 1.
"Tim Arema FC dilarang menjadi tuan rumah selama sisa kompetisi musim ini," ujar Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan dalam laman PSSI, Minggu 2 Oktober 2022.
Akibat kerusuhan ini, korban jiwa sejauh ini dilaporkan sudah sekitar 127 orang, di mana dua di antaranya adalah anggota kepolisian.
Artikel Terkait
127 Orang Meninggal saat Rusuh di Stadion Kanjuruhan Malang. Media Inggris Ikut Memberitakan dan Ucapkan Duka
Manajemen Arema FC Sampaikan Duka Cita atas Kerusuhan di Kanjuruhan, Siap Beri Santunan dan Buat Crisis Centre
Kerusuhan di Kanjuruhan Terparah Dalam Jumlah Korban Jiwa. Bahkan Dibandingkan Tragedi Heysel dan Hillsborough