Sang Dokter (3): Di Puskesmas PTT

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Selasa, 13 Desember 2022 | 11:44 WIB
Ilustrasi Dokter (pixabay)
Ilustrasi Dokter (pixabay)

Sang Dokter (3): Di Puskesmas PTT

Di dalam gulungan belalai bianglala, aku  tertidur nyenyak, beralaskan beludru bunga mawar warna putih.

Taburan bunga kemuning berbaur bunga kamboja memenuhi jagad raya. Aku berada pada titik puncak  kenikamatan cinta yang luar biasa.

Ketika terjaga, aku telah berada di dalam ruang yang gelap gulita.  

Kelembutan parfum ibu digantikan aroma makanan kesukaannya, menusuk-nusuk hidung.

BACA JUGA: Antisipasi Aksi Terorisme Selama Natal dan Tahun Baru, Begini Upaya yang Dilakukan Aparat Kepolisian

Tak berselang lama muncul seberkas cahaya  sebesar kunang-kunang.

Cahaya lembut ini  memberi daya kehidupan bagi segala ciptaan-Nya.

Tak terasa dari waktu ke waktu badanku terus-menerus tumbuh semakin besar.

Akhirnya,  dinding ruang yang mengurungku pecah.

Gelombang tekanan air kawah mendorongku menembus celah robekan itu.

Tiba di luar langsung disambut dengan bentangan tilam merah darah yang dengan lembut memeluk dan  melindungiku dari segala sesuatu yang mungkin terjadi.

Ari-ari  menyusul kemudian.

Tak begitu lama, aku merasa dipisahkan darinya. Seseorang telah  memotong tali pusar.

BACA JUGA: Lagi, Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Wilayah Maluku Tenggara

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X