Sang Dokter (1): Terminal Terakhir

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Minggu, 11 Desember 2022 | 13:16 WIB
Ilustrasi Kampung Halaman (Sumber foto Pexels @Tom Fish) ( @Tom Fish)
Ilustrasi Kampung Halaman (Sumber foto Pexels @Tom Fish) ( @Tom Fish)

“Jangan khawatir, Ibu akan baik-baik saja. Carilah ilmu setinggi-tingginya. Agar kelak dapat berguna bagi orang banyak!” Kata ibu

Itu merupakan titik awal perjalanan hidupku. Berkat doa kedua orang tua serta adik-adik, dan tentu saja,  bantuan para orang baik lagi dermawan, studiku lancar hingga lulus sebagai dokter umum.

Lepas menjalani PTT dan  ditambah dua tahun atas kemauan sendiri, aku dipanggil Kepala Dinas Kesehatan Provinsi.

Atas biaya Pemda aku diminta mengikuti program dokter spesialis paru. Memang, di kepualauan sana masih banyak penderita TBC dan sejenisnya.

Aku kembali ke kehidupan kampus seperti dulu.

Tetap naik sepeda.

Menyewa kamar sederhana.

Tiap Sabtu sore pulang ke desa.

Bercengkerama dengan ibu di dapur.

Tidur sebalai dengan adik-adik di malam Minggu.

Minggu pagi  pergi melihat sawah  menemani bapak mengontrol pematang dari lobang yuyu.   

Minggu sore kembali ke kota.

Tas ransel tergantung di boncengan berisi  beras dan sayur yang selalu disiapkan ibu.

Awal Desember tahun lalu, aku kembali ke daerah.

Untuk sementara, aku dititipkan  di RSUD sebelum dikirim ke kabupaten.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X