ragam

Sang Dokter (2): Siapa Aku ?

Senin, 12 Desember 2022 | 09:06 WIB
Ilustrasi kampung proklim

Saat ini, bapak sedang menyapu halaman.

Aku menikmati lukisan telapak kakinya yang tercetak di tanah yang bersih setelah di sapu.

Berderet lurus rapi.

Bekas telapaknya tampak masih normal, ideal orang sehat.

Belum ada tanda-tanda ketuaannya.

Kuelus punggangnya beberapa saat.

Ia menggeliat.

Tampaknya, ia agak kaget.

Ia hapal dengan sentuhan telapak tanganku karena setiap pulang Sabtu sore selalu kulakukan ini.

Entah disengaja atau tidak, jadwal ayah menyapu halaman Sabtu sore itu kurang lebih sekitar kedatanganku dari kota.

Yang seru, justru terjadi di meja belajar adik-adik.

O, ya, aku punya dua adik.

Yang tua perempuan sarjana bahasa asing, yang muda laki-laki, sarjana sastra nusantara.

Kami bertiga  belajar di satu meja besar yang berada di ruang tengah diterangi lampu gantung.

Kadang-kadang ibu juga bergabung di situ.

Halaman:

Tags

Terkini