ragam

Sang Dokter (2): Siapa Aku ?

Senin, 12 Desember 2022 | 09:06 WIB
Ilustrasi kampung proklim

Sebelum melanjutkan perjalanan, aku singgah ke rumah orang tua. 

Seperti biasanya, begitu selesai menyetandarkan sepeda aku langsung ke dapur.

Kebiasaan kami, bapak, ibu, aku dan adik-adik begitu masuk rumah langsung ke dapur untuk memanaskan  dan mengasapi telapak kaki di dekat tungku yang masih membara.

Belakangan, setelah kuliah di FK, aku dapat memberikan penjelasan yang masuk akal, yaitu sebagai salah satu tindak preventif dari penyakit.

BACA JUGA: BNPB Buka Lowongan Kerja Terbaru, Buruan Daftar Sebelum Tutup, Usia 45-65 Tahun Berkesempatan Daftar

BACA JUGA: Pakai Kaos Oblong, Tingkah Al Nahyan Cucu Presiden Jokowi Bikin Gemas

Ibu, saat ini, sedang duduk di depan tungku.  

Ia menggoreng  ikan asin.

Ikan asin merupakan lauk wajib kami sehari-hari.

Agar tidak terlalu asin, ibu merendamnya lebih dahulu dengan air garam sebelum digoreng.

Kupijat-pijat pundaknya  beberapa saat.

Tampaknya, ia merasa kalau anaknya datang. Ia menoleh menengadah ke atas memandangi mukaku.

Dapur kutinggalkan, kutengok kamarku.

Tas rangsel  telipat rapi di meja.

Kuintip lemari pakaian.

Halaman:

Tags

Terkini