ragam

Hidup di Tengah Kicauan Burung: Perjalanan Seorang Dosen San Agustin di Pedalaman Landak

Kamis, 11 Juli 2024 | 14:28 WIB
kuliah di Aula gedung C untuk paralel 3 mengundang guest lecturer dari Dinas Pariwisata Provinsi Kalbar daring dan luring. (2024) (Media Center San Agustin )

PONTIANAKGLOBE.COM, Media Center San Agustin | Kamis, 11 Juli 2024 – Jalan bubur, wajah anak penuh dengan bedak debu, ditambah titian kecil, bagi orang Kalimantan bukanlah hal yang asing lagi.

Bak sebuah persaudaraan dengan ritme alam, anak-anak Kalimantan sudah mengayun mengikuti ritme nada rindang-rindang pohon. 

Seorang dosen dari belahan pulau lain datang menyaksikan setiap aroma kehidupan  hingga warna bahasa yang kala itu membelai secara halus kedalam hatinya.

Seolah panorama yang tengah ia saksikan itu memberikan sapaan pada hati kecilnya.

“Hai, lihatlah kami – inilah kami, sini Bu pegang tangan kami,” mungkin begitulah simbolik bahasanya.

Mengajar di Ujung Dunia: Kisah Inspiratif dari Kalimantan yang ditulis oleh Dosen San Agustin, Hj. Tuminah , SS, M.Pd nama panggilan akrab Ibu Mona.

Dia tinggal Komplek BTN Bisma Residence Blok D8 Ngabang Kabupaten Landak Kalimantan Barat.

Kuranglebih sepuluh tahun mengajar anak-anak Kalimantan Barat di Universitas Santo Agustinus Hippo, Jl. Ilong Pal IV Dsn. Gasing, Ds. Amboyo Utara, Ngabang, Kab. Landak, Kalimantan Barat.

Mona memiliki ketertarikan yang menjadi belahan hati untuk mengajar dan belajar.

Disamping itu dia gemar membaca, menulis artikel ilmiah, belajar bahasa asing, berenang dan jalan sehat.

Buku dengan judul “Mengajar di Ujung Dunia” ini merupakan buku ke sebelas (11) yang akan rilis seminggu mendatang.

Mona menjelaskan dalam sinopsis buku barunya itu, bahwa bukunya bukan hanya sebuah buku tentang pengalaman mengajar dan mengabdi, tetapi sebuah ‘manifesto’ tentang keberanian, ketekunan, dan cinta akan pendidikan.

Buku itu menceritakan kisah nyata perjalanan seorang dosen perempuan dari Solo Jawa Tengah yang melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam mengabdikan diri di daerah kampung-kampung Pedalaman Landak, Kalimantan Barat dengan suka dan dukanya.

Buku itu jelas mau mengajak pembaca untuk melihat bahwa di balik setiap tantangan terdapat peluang besar untuk perubahan dan bahwa setiap individu memiliki potensi untuk menjadi agen perubahan.

Halaman:

Tags

Terkini